Leave a comment

Me, You, and The Past


Author       : Choi Ri Ri ( @Choiri_23 )

PG-13

Length        : One Shoot

Cast           : Kim Reina (Ocs)

JongHyun Shinee as JongHyun

MinHo Shinee as Min Ho

Other         : Kim Taemin (Taemin Shinee)

Key Shinee

Note :

Untuk yang mau Request FanFict, silahkan langsung mention @Choiri_23 karena bisa lebih mudah. Jadi yang mau Req FF untuk ditulis sama Author Choi Ri Ri, bisa lewat Twitter itu ya.. formatnya sama, dan kalau bisa Alur ceritanya sekalian beritau ya!! Jadi author ga susah lagi cari ide. Kalo misalkan tweetnya panjang ga papa kok ^^ gamsha~

HapRead~

Question? Comment please!!

No Siders!

Cinta.. Apakah itu? tentang apa itu? apa cinta bisamembawaku ke sebuah kebahagian? atau sebaliknya? dan cinta apa yang ku alami sekarang? Cinta mati? Cinta pada pandangan pertama? cinta lama? Cinta… Kepedihan? entahlah..

“Reina!! Ppali-ya Ppali! .. entar aku telat! Aku belum mengerjakan pr..” kata seorang pria yang mengetok ngetok  pintu kamarku dengan tempo yang hampir tanpa jeda.

“Arra!” kataku. Dia adalah dongsaengku, namanya Taemin. Ahh, daebak!!! Sampai dongsaengku saja tidak memanggil aku Nuna. Huft.. sungguh menyakitkan. Aku dan Taemin berada disekolah yang sama,  sekolah di Seoul Art High School. Hanya saja aku lebih tinggi 1 tingkat.

~~~~

Kami pun sampai di sekolah, Taemin langsung saja berlari ke kelasnya. Sepertinya ia serius ketika bilang ia belum mengerjakan pr.

“Ah, itu Reina.. Annyeonghaseo Reina.” kata seorang Chinggu ku dari pintu kelasku.. Namanya Minho, orangnya manis banget, tapi dia Cuma sebatas Chinggu buat aku.

“Hya!! Ahh.. jeongmal!! aku sedang dalam mood yang buruk, jangan menambahnya lagi!” kataku dengan mengeluarkan ekspresi yang paling bete.. dia cuma cengar cengir tidak jelas. belum selesai aku marah-marah dengan Minho, datang lagi teman sepermainannya, Key.

“Annyeong Reina.. ” kata si Key saat masuk kekelas. Senyumnya pun tak kalah indah dengan senyum Taemin. Key dan Minho memang tak punya kemiripan fisik, tapi kalau sikap, keduanya sama, dan sikap yang paling kubenci  YAITU GANGGUIN AKU!! Jadi kubilang mereka itu sepasang.

Jika bisa, hari ini aku akan diam saja dikelas tanpa senyum, tawa, suara. Kira-kira gimana ya? Belum selesai aku berkhayal. Guru Matematika kami pun masuk kekelas.

“Annyeonghaseo!! hagsaeng.. sebelum memulai pelajaran.. pagi ini kita kedatangan newbie” kata Joon Sangsaengnim…

“silahkan masuk!” kata Joon Sangsaengnim lagi. Newbie yang dimaksud Joon sangsaengnim itupun masuk, semua hagsaeng langsung saja ber ‘woow’ ria. Terutama diriku, rencanaku yang tadi hanya ingin diam sepanjang hari gagal! Mulutku sudah gatal ingin berbicara dengan MinHo, yang duduk disebelahku.

“MinHo, lihat deh, dia cakep kan??” kataku sambil menyenggol Minho yang daritadi hanya sirik melihat newbie itu.

“ah, wue!? coba deh kamu liat tatapannya, dingin banget, ga ada senyumnya.. hii” kata MinHo sewot , MinHo memang seperti itu, dia suka iri kalau ada yang nyaingin kegantengan dia.. haha

“Annyeonghaseo.. Nan JongHyun Imnida.” kata si Newbie.

oh jadi namanya JongHyun, tapi mukanya kok kaya ga asing lagi ya? Ah mungkin aku hanya dejavu. Tapi sepertinya MinHo sedikit benar, dia emang jarang senyum, raut mukanya dingin.

“JongHyun silahkan duduk di samping Yeoja yang sendiri itu” kata Joon Sangsaengnim, dia memang ga pernah inget sama nama siswanya, daebak kan? Ah, tapi.. yeoja yang sendiri itu? Bukankah maksud Sangsaengnim itu aku?tadi gara-gara aku terus cerosan bandingin MinHo dengan Jonghyun, MinHo ngambek dan menjauh, sepertinya ia pergi kepojok belakang.

JongHyun pun berjalan kearah meja aku, dia duduk tepat disebelah aku!!

“Annyeonghaseo nan Reina imnida.” kataku sambil senyum kepada JongHyun. tapi namja itu hanya memandangku tanpa berbicara apa apa, tapi satu yang kurasakan saat berpandangan ini,wajah dan namanya sangat tak asing bagiku, siapa dia?

Apakah cinta itu musuhku? kenapa aku harus menderita karena cinta? aku tak kuat menahan perasaanku sendiri. Inikah kekuatan cinta? tapi.. apa sekuat dan sebesar itu pula kepedihanku nanti?

ini adalah jam istirahat, MinHo dan Key sudah meningggalkanku terlebih dahulu karena mereka sangat kelaparan (katanya) tapi kutahu kalau MinHo masih ngambek denganku. MinHo mianhae.

Untungnya si JongHyun juga ga istirahat,dia hanya baca buku di kelas. jadi aku bisa ngobrol sama dia. Hehe

“Ah, Mian.. JongHyun kamu ga makan?” kataku dengan harapan dia jawab ‘enggak, aku mau disini aja sama kamu’ haha ngayal banget.

“ga” jawabnya tanpa memandangiku.

“lagi baca ya? Baca apaan?” kata ku kembali, untuk mencairkan suasana

“Ahh Wue?! Aku hanya ingin ketenangan!” kata JongHyun sambil membentak bentakku

“Ah.. Mian.. aku tak bermaksud seperti itu.” Kataku dengan lembut mencoba supaya JongHyun tidak tambah marah.
“Aish!” Kata JongHyun sambil meninggalkan aku. Ada seberkas niat dihatiku untuk mengejar dan meminta maaf dengannya, tapi Akhirnya aku nyerah dan diem seharian.

Apakah kepedihanku tak akan ada habisnya? apakah aku harus merendam lagi perasaanku? aku tak bisa! aku sangat menginginkan dirinya!! tapi.. kenapa hati ini merasa semakin perih ketika dekat dengannya. Aku tak merasa aku akan bahagia, tapi ini semakin menyiksaku!

Ini saatnya pulang sekolah, Min Ho berjalan melewatiku. Ia hanya berjalan, tak menyapa. MinHo sangat ngambek sepertinya. Aku pun mempercepat jalanku untuk beriringan dengannya, dan sekalian untuk meminta maaf. Tapi semakin lama Minho semakin mempercepat langkahnya. Sangat terpaksa, aku harus berlari. “MinHo!! Chamkanam!” jeritku. Dia berhenti.

“MinHo-ssi!! Mianhae” kataku masih ngos-ngosan.

“….” Hening

“MinHo-ya!!”

“….”

“Minho-ya. Nan neomu neomu mianhae. Aku tak bermaksud seperti itu. Tadi aku hanya bercanda” kataku dengan sangat memelas. Ia masih saja diam, tak memandangiku pula.

“minho! Jawab! Kau membuatku khawatir jika kau seperti ini!” kataku menguncang tangannya. Ia mulai menatapku.

“Jinja?” tanyanya dengan tatapan penuh arti. Tatapan dengan arti apa ini ?

“hem! Jadi jangan mayah-mayah lagi ya!! Jelek tau!!” godaku dan mencubit pipinya dan langsung berlari. Aku sempat melihat senyum tipis dibibirnya, Ommo !! yeppo !!

Kini, perasaanku makin kuat. Tak ada lagi yang mengalahkan perasaanku. Aku yakin! ini saatnya! tak peduli apapun yang terjadi.. aku akan tetap mencintainya. bahkan jika kepedihan ini terus menyakitiku.

Hampir 2 minggu sudah aku 1 kelas dengan JongHyun, tapi kami tetep aja diem dieman satu sama lain.
Hari ini, pagi jam 7 matahari masih belum terbit (maksudnya ga seterang biasanya), dan perasaan aku jadi ga enak.. mudahan aja yah ga terjadi apa apa sama aku. *Amin!!

“ya Reina , mohon jawab pertanyaan yang ini..” kata Joon Sangsaengnim, dia guru matematika aku yang dulu masuk dengan membawa JongHyun sebagai Newbie.

Entah mengapa dia nunjuk aku untuk ngerjain soal. Aku sih ngikut ngikut aja. Karna matematika pelajaran kesukaan aku. Aku pun maju kedepan dan mulai mengerjakan soal itu.………….

Dan setelah selesai aku dengan percaya diri bilang “ nah done!”

“salah itu!! Coba periksa lagi!! Jangan duduk!”

hah? Salah? Ah Wue?? Aku sudah bingung setengah mati didepan kelas. Gimana nggak? Jawaban aku selalu bener, baik itu jawaban sendiri maupun nyontek.. sekarang aku udah ga punya muka lagi bediri di depan kelas
tiba tiba.. JongHyun angkat tangan… dan bilang
“ Sangsaengnim jawaban Reina benar, saya udah mengeceknya.” kata JongHyun dengan pasti. Joon sangsaengnim pun langsung mencoba menghitungnya sendiri. Dan yeay!! Yang aku itung bener,,,!!! Hah!! Berkat JongHyun aku ga jadi malu!! Sekarang aku super pede kaya dulu lagi..

Aku pun kembali ke meja aku dengan semeringah, pas duduk aku SEDIKIT MENATAP JongHyun. Tapi dia udah dingggiinn banget, ngeliatin aku aja enggak. Sibuk sendiri sama bukunya.

Aku langsung saja mengalihkan pandanganku ketempat lain, mataku langsung melihat wajah MinHo, ekspresi itu.. sama seperti ekspresi saat beberapa hari yang lalu, saat aku membuatnya ngambek, aneh!

Akhirnya bel tanda pulang berbunyii, tapi sialnya hujan turun dengan lebatnya. Aku pun keluar dari kelas, Min Ho dan Key entah kemana. Pasti MinHo yang mengajak Key pergi lebih dulu, mungkin dia masih marah denganku. Beberapa hari ini memang sesuatu terjadi dengan Min HO, ia jadi tak ramah seperti dulu denganku. Dulu ia selalu mengajakku untuk ke kantin bersama,tapi sekarang tidak. dan Key juga, dulu ia selalu datang pagi-pagi supaya bisa berlomba dengan Min HO untuk duduk disampingku. tapi sekarang berubah, sejak Jong Hyun datang.

Saat aku keluar kelas, JongHyun berbarengan denganku. Kami bedua lari lari ke depan gerbang sekolah (ngindarin hujan). Anak anak yang lain sudah pulang, sama seperti MinHo dan Key. sedangkan aku ? masih terjebak disekolah karena ahjussi mau nganterin Taemin jalan-jalan. Bagus banget deh ya! Inget aja tu anak!..

Aku dan JongHyun lari dan berhenti di gerbang bersamaan, entah dia sengaja atau pun udah takdir aku ga tau. Di gerbang aku Cuma celingak celinguk nyari jemputanku. Sedangkan JongHyun? Ya of course! Baca buku dong!

Hujan semakin lebat, aku semakin lama menunggu, nah JongHyun?? Semakin baca buku -_-.. iseng iseng,Karna aku ngerasa berhutang budi sama JongHyun berkat yang tadi siang, aku pun mencoba untuk sekali lagi ‘sok’ deket sama JongHyun.

“Ah, cogiyo! Jeongmal gamsahamida buat yang tadi!” kataku yang dari tadi duduk disebelah dia tapi tetep dicuekin,

“hem” kata JongHyun tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya. Eleh eleh!! Nanya apa kek, liatin aku kek, apa kek. Ahh,, gini caranya mending aku ujan ujanan sambil pulang. Aku pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri ‘perbincangan SINGKAT’ ini dan pergi dari gerbang tapi…. JongHyun berdiri dan narik tangan aku!!

Sontak aku pun langsung berhenti. “ah wue?” kata JongHyun masih tak mau melepas tangannya.

“pulang, lagipula dinginnya hujan ga sedingin kamu juga kok, jadi santai aja” kataku dengan sedikit menyindir.

“ini beneran hujan Rei.. kamu bisa sakit kalo hujan hujanan..” kata JongHyun sambil mengeluarkan tatapan terhangat yang pernah kurasakan.

Tunggu!! Dia memanggilku Rei? Itu tak asing!

Hatiku langsung berdetak sangat cepat. Entah apa yang terjadi, seketika aku sudah tak bisa berbicara, tanganku masih dia pegang, entah mengapa meskipun bersikap dingin, tangan JongHyun hangaat banget, bahkan ditengah hujan kaya gini. Aku udah speechless aku Cuma bisa memandangi dia penuh tanda tanya!.

“ahh? kamu sakit?” kata aku bermaksud menyakan tentang perubahan sikapnya.

“entar aja pulangnya, hujan nya masih deras!” kata JongHyun lagi. Sepertinya ia tidak menanggapi pertanyaan aku yang sebelumnya.

“percuma, aku ga ada temen disini” kata aku yang bermaksud menyindir JongHyun

“hah? Kan ada aku! Ia aku tau kok. Daritadi aku ga ada berbicara, aku Cuma ga mau kamu keganggu!” kata JongHyun dan ini!! Tangannya masih megang tangan aku. Aku pun akhirnya ngikutin kata kata JongHyun. Aku akhirnya nunggu jemputan digerbang. Dan Cuma bedua.

Sejak perkataan dan tingkah laku JongHyun itu, hati aku ngerasa hal yang aneh, hati aku terasa hangat banget.
Hujan sudah semakin deras, dan bajuku juga sempat basah tadi, aku pun merasakan dingin disekujur tubuhku, tak tahan, aku pun menyilangkan tanganku didadaku, berharap ini bisa menghangatkanku. Jujur, sebenarnya aku sangat berharap JongHyun memberikan jaketnya atau memelukku untuk menghangatkan tubuhku. tapi apa daya, its imposible

“emm kedinginan?” tanyanya padaku,

“he’eh nih, lama lama dingin juga, mana aku ga bawa jaket atau apa gitu”

“ah.. Pabo-ya!! Kedinginan Cuma diam?” Aigoo!! Aku kira dia mau ngapain gitu, hal yang romantis gitu. Aku Cuma bisa manyun aja.

“haha aku becanda kok. Hahaha coba deh kamu ngaca muka kamu lucu haha” kata JongHyun lagi sambil ketawa. Sumpah, dia ketawa? Itu merupakan hal paling indah buat aku. Setelah hampir 2 minggu aku sekelas baru ini aku ngeliat dia ketawa sama aku. Sebenernya sih sering tapi Cuma sama temennya.

“ ih, JongHyun ih, ga lucu tau” kata aku sambil sewot padahal sih hati aku berbunga bunga.

“ hahaha, ya udah nih pake jaket aku aja” kata JongHyun sambil memberikan jaketnya padaku.

“hah? Ga usah deh. Entar kamu gimana?” kata ku mengelak, padahal dalam hati aku “sini sini buat aku aja” haha

“ga papa kok. Lagipula besok kan libur, jadi kalo aku sakit ga papa” kata JongHyun dengan polosnya. Aku ga tega ngeliat cowo yang aku suka ini sakit. Akhirnya aku punya ide.

“ya udah sini.” Kata aku sambil ngambil jaket JongHyun. Aku Cuma ngambil jaketnyaa, aku ga make atau pun ngasih balik ke JongHyun, karna aku tau JongHyun pasti nolak..

Hujan sudah mulai berhenti, JongHyun terlebih dahulu meninggalkan ku. Ia hanya pergi begitu saja tanpa mengambil jaketnya. Padahal ia tau bahwa aku memakainya lagi

Aku lega sekarang. Entah perasaan apa yang hatiku rasakan. tapi.. ketika bersamanya, sejenak aku merasakan darahku berdesir. sejenak aku melupakan kepedihanku. tapi.. hanya untuk sejenak….

Pagi ini, aku bangun dengan batuk batuk dan pilek..

“hah pasti ini gara gara kemaren kedinginan dan kehujanan..”
Tok tok tok.. suara pintu kamarku berbunyi.. ga biasanya pintu kamar aku ada yang ngetok, biasanya orang yang mau masuk kamar aku pasti nyelonong masuk gitu aja. Karna itu kamar aku selalu aku kunci.
“ahh… Wue?” kataku sambil membukakan pintu, ternyata orang yang mengetok pintu kamarku adalah Taemin!, cowo yang bikin aku pilek dan batuk ini!

“ heheh, Mianata Na. Kan aku kemaren ga tau kalo bakal hujan. Ampun deh Nuna!” kata Taemin dengan muka cat eyes nya.

“aihh.. Wue! ” bentak ku.. haha padahal aku ga marah, malah aku pingin berterima kasih. Haha

~~

“oh.. Nee.. Yon Sa, hari ini akan ada Herra yang datang kerumah kita!” kata ummanee ditengah sarapan.

“Geullesoe?” kataku bingung sambil makan roti yang udah disediakan

“Ommo!! Kamu lupa Herraa Umma? Yang anaknya dulu sering main bareng kamu!” kata bunda ku menjelaskan, dan akhirnya aku ingat dan terkejut. Terakhir aku dengar kabar, mereka pindah ke Amerika , dan saat itu umurku sekitar 5 tahun.

“hah? Masa sih? Anaknya yang mana?” kataku. Aku hanya ingat tante Herra dan itu juga hanya sepercik ingatan. Karna itu sudah sangat lama.

“liat entar siang aja deh” kata bundaku yang membuatku penasaran.

~~~~

Hah.. aku sungguh penasaran dengan apa yang bunda ku bilang. Seharian, aku hanya duduk dikamar, memandangi keluar jendela  sambil coba untuk mengingat kembali. Jujur aku bukan orang yang mudah melupakan sesuatu yang penting, tapi jika hal itu menyakitkan aku pasti dengan tempo yang cepet pasti lupa.

Tiba tiba saat aku lagi duduk deket jendela, aku denger ada orang yang manggil aku. Aku pun buka pintu kamar untuk memastikan.
“Reina, cepet turun!” kata bundaku, ternyata bunda yang manggil aku,.aku kira sapa. Kali aja JongHyun hahaha. Aku langsung nyahut dan turun.

Aku pun langsung bergegas turun, berharap orang yang kutungg datang!! How amazing this are!! Aku terkejut setengah hidup. Di ruang tamu sudah ada seorang wanita yang seumuran bundaku dan seorang cowo yang aku kenal!! Aaaarrgghh tu cowo bikin aku Speechless .

“Na, kamu ingat tante Herra kan sekarang? Dan ini anak yang jadi temen kamu dulu!” kata bundaku sambil menunjuk laki-laki yang kukenal itu.

JONGHYUN!!

“loh, JongHyun?? kamu? Disini ? wue ? ” kataku geloagapan. Aku terus memperhatikan laki-laki itu. Apa mungkin aku hany terlalu berkhayal tentang Jonghyun jadi aku berhalusinasi ?

”apa aku gak boleh pergi kerumah sahabat aku yang dulu ? “ kata JongHyun dengan sangat jelas.

Selesai sudah. Kini aku mulai ingat sedikit demi sedikit. Jonghyun benar. Dia adalah sahabat kecilku. Cowok yang dulu pernah aku suka sebagai cinta pertamaku, sekarang ia ada didepanku. Sebagai teman yang ding

Kami pun berbincang bincang diruang tamu. Setelah mendengar beberapa cerita dari tante Herra tentang pertemanan ku dengan JongHyun dulu. Aku ingat dulu aku pernah membuat JongHyun menangis satu kali, karena dulu aku pernah pura-pura sakit dan pingsan. Mungkin itu juga alasan kenapa kemarin JongHyun menarikku ketika aku ingin pergi meninggalkan dia disaat hujan.

Keadaan hening, aku sinuk memutar seluruh memoriku untuk mencari sisa-sisa kenanganku yang hilang entah kemana. Tiba-tiba ketika aku berpikir keras, bunda menyenggolku, menandakan aku harus mengambilkajn minum.

Bodohnya ! aku malah berjalan lurus kelantai atas, kearah kamarku, bukan kedapur. Dulu aku ingat pernah menyimpan foto aku bersama JongHyun waktu kecil. Aku pun langsung mencarinya.. krasak

Akhirnya ketemu,, aku langsung saja mengambil foto itu yang tadinya tenggelam dibawah tumpukan buku-buku ga penting. Foto ini sangat konyol. Pose kami… sangat akrab.  JongHyun sedang ngerangkulku dan aku sedang asik bersandar didadanya. Kami pun juga masih imut-imutnya. Ini sangat langka.

Tiba-tiba seseorang mengetok pintuku.. aku pun akhirnya berdiri dan jalan ke pintu sambil bawa foto itu dan jaket JongHyun yang kupakai semalam.
“JongHyun? wueyo?” kata aku kaget. Ternyata itu JongHyun

“itu karena kamu lama Rei” kata JongHyun. Hehe aku lupa kalo tadi disuruh untuk mengambil minum “hehe lupa” kataku sambil cengar cengir..

“lalu kenapa kamu disini?” kata JongHyun

Dengan sigap aku langsung mengulurkan tangan kiriku, berniat memberitahu Jonghyun kalau tujuan aku kekamar adalah mengambil jaketnya, tapi…

“hah?? Kamu masih nyimpen ini? Kamu kasih frame?” kata JongHyun terkejut sambil ngambil apa yang ada ditangan kiriku, Sial ! itu foto yang tadi ingin kusembunyikan !

“em eh em.. iya!! Aku juga baru inget kok! Sumpah deh” kata aku sambil gagap karna grogi.. aku kira JongHyun bakal marah!! Tapi ternyata.. dia malah ngacak ngacak rambut aku sambil ketawa dan bilang :

“dulu kamu lucu, sekarang juga” katanya dengan lembut dan senyum tipis.

Bukankah seharusnya aku senang? ia sudah tahu siapa aku. bukankah itu mengembirakan? tapi.. kenapa aku justru khawatir? bagaimana jika ia juga sadar masa lalu? masa lalu kami?

“Hyunnie! Ppali!! Kita ketaman belakang” kataku. Sekarang aku ingat beberapa hal, dari panggilan kami berdua hyunnie-Rei dan tempat background foto kami itu.

“hemm, lama ya ga kesini” kata JongHyun sambil memandang mandangi halaman rumahku.

“he he em iya.. aku juga..” kata ku
“hem,, aku ga Cuma kangen sama tempat ini kok. Aku… em.. juga kangen sama kamunya!” kata JongHyun sambil memandangi aku. Hatiku langsung berdegup kencang. Jika Tuhan menginginkan kiamat, inilah saatnya.

“em, eh, em, iya. Nado Bogosipo” kataku sambil menahan malu yang mendalam…

“em, aku Cuma takut kamu masih marah” kata JongHyun ragu. Aku pun ikut ragu, hanya satu masalahnya, aku sudah lupa! Lupa apa yang membuatku marah saat itu.

“ah udah ah, kejadian yang dulu jangan diinget lagi.. masalahnya aku udah lupa.. haha” kataku santai. JongHyun hanya bisa tersenyum melihat aku. Kami pun terdiam untuk beberapa saat.

“Rei.. Ada sesuatu yang aku lupain dulu. Saat kita berfoto itu..” kata JongHyun dengan tatapan serius. Aku hanya membalas dengan tatapan heran.

“ini!” kata JongHyun sambil mencium pipi aku.. aku pun terkejut dan langsung menatap JongHyun dengan mata yang membulat karena terkejut. Dan yang pasti, wajahku pasti merah.

“waktu itu kan seharusnya aku nyium kamu waktu kita kecil, jadi anggap aja itu ciuman buat kita waktu kecil” kata JongHyun.

Tiba-tiba… Buk !!

MinHo datang dan langsung meninju pipi kiri JongHyun. JongHyun langsung terjatuh dan cairan merah muncul diujung bibirnya. “MinHo?!” jeritku sedikit tertahan,

“Itu pantes buat dia Rei! Dia udah nyakitin kamu!” kata MinHo penuh emosi. Aku bingung, disisi ini aku harus menolong JongHyun, tapi disisi lain, bagaimana kalau JongHyun beneran bukan orang yang baik?

“maksud kamu apa?”

“kamu ga sadar? Dia itu jahat sama kamu! Kamu ga sadar kalau daritadi hati kamu hanya ingat sedikit demi sedikit tentang dia? Ga langsung semuakan ? itu karena dihati kamu ada sebuah luka yang kamu simpan !” jelas MinHo, aku tetap tak paham. Luka apa ? kenapa Minho bisa tau ? itukan masa lalu ku ?

“JongHyun?” tanyaku kepadanya, berharap dia yang akan menjawab.

“maafin aku Rei, saat itu aku salah! Aku sangat merasa bersalah ! maafin aku ! “ kata JongHyun dengan sedikit lara disuaranya. Aku semakin merasa aneh.

“Ayah…” tanpa sadar aku mengucapkan kata itu.. apa yang terjadi?

“apa kamu ingat? Dia yang buat ayah kamu meninggal. Saat itu ayahmu sedang menyetir untuk menjemputku, -anak dari teman ayahmu- dia menjemputku bersama JongHyun. Dia meminta ayahmu untuk cepat, tapi ayahmu tak mau, dia berontak dan kecelakaan terjadi” jelas MinHo, aku ingat segalanya. Tangis ibu, MinHo yang koma, Taemin yang masih tersenyum karena ia belum mengerti. Aku ingat semuanya! Tetes demi tetes jatuh dari mataku. Aku lelah..

“maafkan aku Na.. aku tak memberitahumu karena aku ga pengen kamu ingat lagi. Karena Aku sayang sama kamu..” kata Min Ho . aku terkejut. Begitu pun dengan Jonghyun yang masih tersungkur. Aku sangat lelah…

Benar firasatku.. kebahagiaan tidaklah abadi. kebahagiaan hanya sebentar, bahkan sangat sebentar bagiku. Sedetik aku merasa sangaaat bahagia. tapi ketika kusadar, aku berada dalam mimpi terburuk dari cinta.

Sudah pas 1 minggu dari insiden taman belakang rumahku itu. MinHo dan JongHyun, aku tak ada melihat mereka 1 minggu ini. Itu sengaja.. karena aku ingin menenangkan diriku. 1 minggu belum cukup, untuk mencoba melupakan insiden ayah, membutuhkan waktu 12 tahun hidupku.

JongHyun, apa aku keterlaluan? Aku merasa keputusanku ini tidak tepat. JongHyun. Odigo? 1 minggu ini aku tak masuk sekolah, aku hilang kontak dengan mereka. JongHyun, MinHo.

Aku harus minta maaf.. aku pasti bisa memaafkan mereka.

~~~

“Reina?!” jerit MinHo ketika melihatku didepan rumahnya. Langsung saja ia menyambutku dengan senyuman hangat.

“Kamu.. udah baikan?” tanyanya ragu.

“Udah dong! Liat nih! Aku sehat! Dan aku bahagia!” kataku dengan penuh semangat. Semangat palsu.

“Syukurlah kamu udah kembali kehidupmu.” Desahnya lega,

“aku kesini Cuma mau bilang maaf, aku ga ngubungin kamu 1 minggu ini” kataku dengn tulus. Dia tersenyum

“ga apa. Aku paham.” Jawabnya.

“baiklah.. aku harus pergi.. annyeong!” kataku dan beranjak pergi, tapi tanganku.. dia tahan..

“Reina.. mengenai pernyataanku” katanya ragu. Astaga.. aku lupa.. dia menyatakan hal itu.. aku terdiam, berpikir sejenak. Aku memang menyukainya, senyumnya, kehangatannya, keimutannya..

“Hei.. MinHo-ssi!! Aku juga menyukaimu..” jawabku dengan senyum, aku tak membiarkan jawabanku terputus dengan jeda yang lama, aku langsung melanjutkan, “aku menyukaimu sebagai seorang namjachinggu….. tapi.. itu dulu.. sekarang.. aku tetap menyukaimu, sebagai chinggu” kataku, aku tau ini kejam, tapi aku harus jujur. Aku tak mau kehilangan orang terpenting dihidupku lagi.

Ia tersenyum, “aku tau.. kejarlah dia” jawabnya..

“dia siapa?”

“dia..”

~~~~

Seperti yang MinHo beritahukan, hari ini JongHyun akan kembali ke Amerika. Sama seperti dulu, melarikan diri. Tapi kali ini tak akan kubiarkan! Dia harus tanggung jawab!

Aku terus berlari dibandara ini, ada ribuan orang disini, dan hanya 1 yang kucari. Dan itu sangat susah. Ahha!! Aku punya ide!

“Kepada penumpang atas nama JongHyun, tujuan Amerika, silahkan kepusat informasi, ada yang harus anda pertanggung jawabkan!”

Tak lama, seorang lelaki berjalan mendekati ruangan ini, tak salah lagi! Ini dia! KAU HARUS TANGGUNG JAWAB! Aku langsung berlari mendekatinya, ia terlihat terkejut dengan kehadiranku, “Rei?” katanya

“Hyunni!!” kataku dan langsung melayangkan beberapa pukulan ke dadanya, pukulan ala perempuan. Tetes demi tetes terjatuh dari mataku. Ia menerima segala pukulanku dengan pasrah. Ia tak mengelak. Aku terus menangis, sampai tubuhku melemah dan masuk kepelukan hangatnya.

“Rei.. uljimal..” katanya mempererat pelukannya. Isakan tangisku semakin menjadi.

“Hyunnie!! Gajimal!! Gajimal!! Kau harus tanggung jawab!” kataku masih terisak sehingga tshirt yang ia kenakan basah.

“Aku akan tanggung jawab atas kematian ayahmu.. aku berjanji…”

“Anniya!! Bukan itu!!”

“……”

‘kau harus tanggung jawab karena kau telah mencuri hatiku…” kataku tertawa kecil. Aku bisa mendengar degupan hatinya, sangat kencang. Ia terkejut.. ia lalu menegakkan badanku, sep… sebuah ciuman tertempel dikeningku.. ciuman pertanggung jawaban.

Kini aku paham, sebuah cinta memang harus ada pengorbanan, dan jika kita bisa melewati itu.. maka kebahagiaan akan abadi untuk kita.. Kepedihanlah pengorbanan itu. Kepedihan harus kita lewati, untuk keabadian cinta kita. Rei.. Aku akan selalu mencintaimu. Reina, Nan Saranghaeyo🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: