2 Comments

[FF] Our Joint Business (Han Sang Ah + Choi Siwon) – part 2 (END)


Baca sebelumnya disini

(Han sang Ah POV)

“Cepat hyung! Film-nya sebentar lagi akan dimulai!”

Akhirnya sampai juga di rumahku. Kami baru saja sampai barusan. Rasanya capek sekali setelah menempuh penerbangan dari Korea.

Eun Jo dan Siwon sedang asyik menonton Avatar yang mereka sewa dari tempat penyewaan film. Katanya Siwon belum sempat menonton film itu karena kesibukannya di super junior. Sepertinya mereka berdua sudah akrab sekarang. Di Korea mereka sempat berkuda bersama. Bahkan Eun Jo saja sudah memanggil ‘hyung’ pada Siwon.

Siwon melewatiku, melewati dan tanpa menyapaku. Hanya tatapan matanya saja yang berkata ‘Jangan ganggu aku.’. Hh, kenapa jadi begini sih? Apa salahku?

Aku datang ke ruang kerja karena Appa memanggilku. Begitu aku datang, disana terlihat Choi ahjussi dan Appa sedang mengobrol berdua. “Sang Ah, akhirnya kau datang.”

“Ada apa Appa?”

“Kemari.” Sepertinya serius sekali mereka. “Sang Ah, Ki Ho-ssi dan Siwon akan tinggal di rumah ini selama mereka disini. Jadi tolong bantu Siwon selama dia disini. Maksudku bantu dia bila dia membutuhkan sesuatu. Dia kan tidak bisa berbahasa seperti orang-orang disini. Arrasou? (Mengerti?)”

Ne (ya), Appa.” Kalaupun tidak ada aku bukannya ada Eun Jo yang sepertinya akrab sekali dengan Siwon. Lagian sepertinya dia juga punya alergi tertentu terhadapku😥

“Lalu tentang perusahaan baru yang akan dirintis.”

Sudah kuduga, pasti tentang ini. “Ada apa lagi, Appa? Bukannya soal itu sudah kita bicarakan kemarin?”

“Besok pergilah ke kantor bersama Siwon. Beritahu dia hal-hal yang perlu dia ketahui. Kau mengerti?”

Aku mengangguk. Bukannya yang itu juga sudah dibicarakan kemarin. Memangnya perlu apa megingatkanku berkali-kali seperti itu? Maksudku, oh please, aku kan bukan orang yang pelupa seperti Appa!

“Lalu Sang Ah…” Ki Ho Ahjussi menatapku dengan penuh harap. “Maaf atas kelancanganku sebelumnya. Tapi kalau bisa tolong bujuk anak itu supaya tertarik dengan dunia ini. Aku sudah kehabisan akal untuk ini. Aku dan Ibunya menaruh harapan yang besar dalam proyek kali ini.”

Gwenchana ahjussi.” Ahjussi kan tidak perlu meminta maaf seperti itu. Tetapi masalah untuk membujuk Siwon…. Bukankah tidak baik memaksakan keinginan kita? Siapa tau ternyata memang Siwon tidak tertarik dengan bisnis. Aku tahu dari tatapan matanya! Tatapan matanya yang begitu cemerlang saat bernyanyi menandakan dia mencintai dunia itu. Kita tidak berhak mengatur kehidupan seseorang karena hidupnya adalah miliknya.

“Tapi ahjussi…..”

“Sang ah….” Tatapan penuh harap itu lagi. Oh tidak, aku lemah dengan seseorang yang memohon padaku dengan tatapan itu.

Aku menundukkan kepalaku. Bibirku bergetar menjawab sesuatu yang aku sendiri tidak yakin telah melakukan hal yang benar. “Baik ahjussi.”

Tanpa kusadari, seseorang menguping dari balik pintu ruang kerja seperti aku yang menguping pembicaraan Siwon dan Ki Ho ahjussi waktu itu

**********

“Selamat Pagi Sang Ah..” Ini yang kusukai dari suasana kantor di pagi hari. Semua orang di kantor ini menyapaku dengan ramah. Aku juga membalas satu-persatu salam mereka. Sementara Siwon berjalan dengan angkuh di belakangku dan benar-benar menunjukkan kalau dia malas berada disana.

Aku sudah lepas dari jabatan asisten-nya Vivian Onnie. Sekarang aku diberi ruangan baru oleh Appa untuk mempelajari perusahaan dan mempersiapkanku untuk mengelola perusahaan yang akan dirintis. Ruangan itu terletak diujung ruangan besar yang letaknya cukup jauh dari letak keramaian karyawan (disebelah ruangan Vivian Onnie). Jadi setelah keramaian itu usai, aku berbalik kearah Siwon dan Siwon langsung berhenti begitu aku berbalik.

“Appa-mu menyuruhku untuk membantumu. Bantuan pertama yang kuberikan adalah, sapa rekan-rekan kerjamu! Mungkin dia bawahanmu, tapi tanpa mereka kaupun tidak bisa berada pada posisi atas. Perusahaan ini kuat karena ada pondasi bawah yang menyokongnya! Perlakukan dia seperti E.L.F (fangrup suju) yang selalu mendukungmu.”

Siwon tampaknya tak peduli, dia berjalan kearahku, menyenggol bahuku, dan masuk ke ruanganku terlebih dahulu. Ada apa sih dengan dia!”

**********

Jam makan siang..

“Siwon-ssi, apa kau mau makan siang bersamaku?” Dia tidak menjawab dan langsung pergi dari ruanganku. Sabar Sang Ah. Sabar…

Daripada menyuruh office boy membelikanku makanan, sebaiknya aku pergi ke kantin sendiri untuk melihat menu makanan yang tersedia di kantin kantor. Tetapi disana selain kulihat beberapa karyawan yang sedang makan siang, aku juga melihat Siwon-ssi yang kebingungan membeli makanan. Yah, memang tidak banyak yang bisa bahasa asing di negara ini. Mereka semua hanya menggunakan Bahasa Ibu mereka.             

“Siwon-ssi.” Aku yakin dia mendengarku tetapi dia malah tidak peduli pada panggilanku. Terpaksa aku mendekatinya dan menepuk pundaknya. “Kau mau makan siang? Mau aku bantu membelikannya?”

Siwon-ssi menatapku tajam kemudian pergi begitu saja.

**********

(Author POV)

Jam makan siang sudah lewat dan waktunya bekerja kembali. Siwon duduk di kursi yang nyaman tetapi dia sama sekali tidak merasa nyaman. Perutnya benar-benar lapar. Dia bingung haru apa. Dia tidak bisa membeli makanan karena dia lupa menukarkan uangnya dengan uang negara ini. Dia juga cuma bisa berbahasa Korea dan Bahasa Inggris, padahal disini tidak ada orang yang bisa berbahasa Korea atau Inggris.

Ditambah lagi Sang Ah sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Padahal seharusnya dia berada disebelah meja Siwon sekarang.

Tok tok tok… Seseorang mengetuk pintu. “Come in!

Seorang office boy menghampiri Siwon sambil berbicara dengan bahasa yang tidak dimengerti Siwon. Office boy itu hanya memberikan sebuah kotak makan siang dan sebuah kertas. Bagian depan lipatan kertas itu tertulis dalam hangul (tulisan Korea) dimana tertulis ‘Choi Si Won’ disana.

Siwon-ssi, maaf meninggalkanmu begitu saja, aku tidak dapat menemukanmu tadi dan aku tidak punya nomor HP-mu. Aku ada kelas siang hari ini jadi aku pergi kuliah. Aku tahu tadi kau tidak makan jadi sekarang makanlah makanan yang diantar bersama surat ini. Kalau kau butuh bantuan, hubungi saja Vivian Onnie di ruangan sebelah. Dia bisa berbahasa Inggris, tenang saja. Nanti sore aku akan menjemputmu

 

-Sang Ah-

 

Siwon meremas kertas itu dan melemparnya ke tong sampah. Kotak makanan itu juga dibiarkannya begitu saja tanpa dia berniat sedikitpun menyentuhnya.

**********

(Sang Ah POV)

Malam hari, di rumah

Tega sekali Umma, Appa, Eun Jo, dan Ki Ho-ssi makan malam diluar dan meninggalkan aku dan Siwon-ssi dalam keadaan belum makan malam. Kami berdua duduk di meja makan yang kosong meratapi nasib kami yang malang (mungkin hanya aku yang meratapi sementara Siown-ssi hanya menatapku tajam).

Krunyuuukk… Tuh kan, perutku sudah bunyi minta makan. Tunggu, itu bukan perutku! Jangan-jangan…

“Siwon-ssi! Jangan bilang kau belum makan dari tadi siang!”

Siwon malah beranjak pergi dan pergi menuju kamarnya yang ada disebelah kamarku. “Bukan urusanmu!”

Aku.. Sebenarnya aku hampir tidak tahan dengan perlakuan Siwon-ssi yang tampak benar-benar benci padaku. Dia MEMBENCIKU bukan menjahiliku seperti yang dilakukan Yesung pada Eunhrie (penulis: baca cerita ‘namja titisan iblis’ pada kumpulan FF Oneshoot). Aku tidak mengerti alasannya. Dia seperti bukan Siwon yang berdansa denganku di private concert super junior.

Dengan mata yang basah karena air mata, aku berusaha untuk tetap memasak makan malam. Karena tidak konsentrasi aku malah mengiris jariku sendiri. Aku tidak peduli pada jariku yang terasa perih. Bawang yang sedang kupotong jadi kotor terkena darah dan aku terpaksa mengulang memotong bawang tanpa mempedulikan jariku.

Selesai. Aku akan memberikannya pada Siwon-ssi sekarang. Tapi bagaimana caranya agar dia tidak melihat wajahku yang berantakan karena menangis?

***********

(Siwon POV)

Sial! Kenapa Appa dan yeoja (cewek) itu terus memaksaku untuk memasuki dunia yang tidak kusuka? Cara apalagi yang harus kulakukan agar mereka tahu kalau aku tidak suka? Membosankan! Seharusnya aku berada di Korea sekarang dan berlatih bersama anggota super junior yang lain.

Tok.. tok… Sial! Itu pasti yeoja itu lagi! Untuk apa dia menghampiri kamarku?

Aku membuka pintu kamar dengan kasar dan melihat sebuah mangkok dengan asap mengepul tepat dimukaku. Tangan yeoja itu yang mengulurkannya agar mangkok itu tepat berada di mukaku sementara kepalanya menunduk seakan-akan tidak membiarkanku melihat wajahnya.

“Makanlah.”

Cih! Aku hampir menutup pintu itu lagi sebelum dia menahannya. “Kumohon makanlah Siwon-ssi. Perutmu benar-benar kosong. Aku tidak mau kau sakit.”

Dalam keheningan ini, aku dapat menengar isak tangisnya. Dari kepalanya yang menunduk juga menetes air yang sepertinya adalah air mata. Dan di tangan yang dia gunakan untuk mengangkat mangkok, ada luka yang masih segar disana. Omo, jangan bilang dia terluka waktu memasak untukku.

Aku.. hAti nuraniku benar-benar tidak tega melihat yeoja menangis seperti ini. Apa aku keterlaluan? Apa salah aku melampiaskan kemarahanku padanya?

Akhirnya aku mengambil mangkok dari tangan yang bergetar itu dan setelah itu aku menutup pintu kamarku dengan cara membantingnya.

**********

(Sang Ah POV)

Beberapa hari ini semuanya berjalan normal. Normal maksudku adalah seperti biasa, aku dan Siwon pergi ke kantor dan mengurus beberapa berkas sementara Siwon hanya mengikuti apa yang kulakukan dengan setengah hati. Apabila dia ingin meminta bantuan, dia lebih memilih meminta bantuan pada Vivian Onnie dibandingkan padaku.

“Kenapa memangnya? Kau cemburu?” Vivian Onnie malah bertanya balik waktu aku menanyakan tentang Siwon yang sering meminta bantuannya. “Tenang Sang Ah, aku tidak berminat pada anak kecil seperti dia. Dia lebih muda dariku!”

“Aduh, bukan itu Onnie! Aku cuma ingin tahu saja.”

“Kenapa tidak kau tidak kau tanya saja pada orangnya? Lagipula yang penting dia tidak menyakitimu bukan?”

Menyakiti. Hatiku memang sempat sakit waktu itu. Tapi setelah kejadian itu Siwon tampak lebih berhati-hati padaku agar tidak membuatku menangis. Tapi saking berhati-hatinya dia sampai BENAR-BENAR menjauhiku.

Dan itu tambah membuat hatiku sakit…

**********

Malam ini langit tampak indah dengan bintang-bintang menghiasi langit yang gelap. Sayang sekali pemandangan seperti ini dilewatkan begitu saja.

Aku memiliki kebiasaan berbicara dengan bintang apabila bintang sedang menampakkan sinarnya seperti sekarang. Dulu aku suka sekali bercerita tentang Siwon, anggota super junior yang paling kusuka pada bintang, mungkin sampai para bintang bosan mendengarnya. Siwon begini, siwon begitu, semua info yang kudapat tentang Siwon dari internet selalu kuceritakan kembali pada mereka.

“Bintang, apa kau masih mau mendengar ceritaku? Masih tentang Siwon, tetapi Siwon yang berbeda.”

Tak ada awan yang tiba-tiba menutupi bintang-bintangku, itu berarti meeka masih mau mendengarnya. “Aku tak tahu apa salahku padanya. Tapi sepertinya dia membenciku. Rasanya aku tidak melakukan apa-apa yang bisa menyakiti hatinya. Sangat berbeda dengan Siwon yang selama ini kuceritakan.”

Aku masih terus bercerita dengan bintang. Lagi-lagi tanpa kusadari ada orang yang daritadi mendengarku berbicara pada bintang. Tak tahan bersembunyi lebih lama, orang itu menampakkan dirinya.

“Ehm!”

Huwaa!! “Siwon-ssi?”

Tanpa berkata apa-apa lagi Siwon-ssi berdiri di sebelahku dan menatap langit. “Langit cerah sekali malam ini. Kau punya kebiasaan aneh ya. Berbicara dengan bintang.”

Mukaku! Oh tidak mukaku! Lagi-lagi memanas dan memerah karena malu. Dasar muka tomat! Semoga Siwon tidak lihat muka tomatku. Memalukan!

“Miyanhaeyo..(maaf)”

“Eh?”

Miyanhaeyo kalau aku benar-benar menyakitimu. Aku tidak bermaksud…”

Aku tidak mau mendengar lebih banyak lagi. Aku malu! Dia pasti tadi mendengar curhatanku pada bintang! “Tidak usah dilanjutkan Siwon-ssi. Aku…”

“Dengar, aku harus menjelaskannya karena aku merasa bersalah sekarang. Oke?” Aku pasrah dan menganguk. “Begini. Apa kau tahu kalau aku sama sekali tidak berminat untuk mengelola sebuah perasaan?”

Aku mengangguk lagi. “Tapi kenapa?”

“Itu bukan duniaku. Duniaku adalah panggung. Meskipun nanti aku sudah tua dan sudah tidak kuat menari lagi, aku akan teap berada di dunia hiburan. Jadi produser, sutradara, atau apapun pekerjaan dibelakang layar. Itu tekadku.” Siwon menarik nafasnya kemudian menatapku dengan serius. “Tapi Appa terus memaksaku untuk menjadi penerusnya. Sampai-sampai kekesalanku memuncak dan aku menolak bertemu Appa. Sampai saat kau datang dan Appa memaksaku bertemu denganmu.”

Aku menelan ludah mengingat kejadian dirumah Siwon di hari pertama aku bertemu dengannya secara langsung. Hari yang buruk setelah sesuatu yang baik terjadi (berdansa di private concert).

“Appa memaksaku untuk menjadi sepertimu yang menjadi penerus Go Jung ahjussi. Memaksaku untuk bekerjasama denganmu dalam dunia yang tidak kusukai. Itu membuatku kesal. Kupikir karena bertemu denganmulah Appa menjadi tambah semangat untuk memaksaku. Apalagi kau juga menyetujui perintah Appa untuk membujukku, bukan begitu?”

Aku teringat percakapanku dengan Appa dan Ki Ho-ssi di ruang kerja Appa. Oh, apa dia mendengarnya?

Ne~ (Ya).” Jawabku dengan bibir bergetar. Padahal saat itu akupun ragu mengenai tidakanku. Sebenarnya saat itu aku sudah berpikir bahwa memaksakan kehendak pada orang lain bukanlah pilihan yang baik.

“Karena itu kekesalanku bertambah dan sampai memuncak. Sebenarnya aku marah pada Appa yang begitu seenaknya menyeretku kesini. Tapi sepertinya aku salah sasaran dalam melampiaskan kemarahanku. Mungkin aku kekanak-kanakan, tetapi kupikir dengan sikap menyebalkan itu kaupun akan lelah bersamaku dan menolak bekerjasama denganku. Aku sungguh merasa bersalah padamu Sang Ah. Maafkan aku. Jeongmal jeongmal miyanhae (benar-benar minta maaf).”

“Lupakan saja Siwon-ssi. Aku sudah tidak ambil pusing dengan itu. Hanya saja….” Aku terdiam sebentar merangkai kata yang sebaiknya kuucapkan. “Bisakah untuk tidak membenciku?”

“Hahahahahaha..” Lho kok Siwon-ssi malah tertawa? “Membenci? Tentu saja tidak! Malah mungkin aku menyukaimu. Kegigihanmu yang tetap berusaha bersikap baik padaku itu meskipun aku telah bersikap kasar. Itu tak mungkin kulupakan.”

Apa menyukai? Apa tadi Siwon-ssi bilang dia menyukaiku?? Oh tidak, mukaku jadi seperti lobster rebus yang dicampur bersama tomat. Ah, mukaku ini gampang sekali memerah.

Akhirnya Siwon tersenyum. Senyum yang seperti senyum yang kulihat pada saat aku berdansa bersamanya. “Bagaimana kalau mulai sekarang kau memanggilku ‘oppa’?”

“Ng…” Aku agak ragu tetapi…. “Ne, oppa (Baik kakak!).”

***********

Huaahhh!! Bosannya setelah beberapa hari sebagian besar waktuku kuhabiskan di kantor. Mumpung sekarang hari Minggu aku bermaksud mengajak Siwon Oppa jalan-jalan. Tapi sialnya Eun Jo ngotot pengen ikut. Anak ini!

“Hoaeemm.. Pagi.” Siwon Oppa baru bangun tidur ternyata. Begitu melihat muka Oppa yang belum cuci muka itu, aku jadi ingat kejadian tadi malam. Mukaku langsung merah waktu mengingatnya. “Mukamu memerah lagi Sang Ah, lucu sekali!”

“Eh?” Refleks aku memegang pipiku. Benar saja, panas sekali. “Ah, sebaiknya aku bersiap dulu.”

Begitu tiba waktunya berangkat, aku sudah akan duduk di kursi sopir seperti biasa, aku yang menyetir. Tetapi tangan Siwon malah mencegahku dan menyuruhku duduk di samping bangku sopir. “Biar aku yang nyetir.”

“He? Tapi apa kau tidak canggung dengan supir di kanan?”

“Tidak!” Kata Siwon mantap. “Aku pemegang SIM internasional yang siap dengan setir kanan maupun kiri.”

Fiuh, aku jadi sedikit tenang. Shiro, kau juga pasti senang mendapatkan supir yang jauh lebih baik daripada si pemegang SIM lokal (aku). Eun Jo sudah duduk di kursi belakang ketika Siwon menstarter mesinnya, lagu super junior-bonamana dimana baris pertamanya dinyanyikan oleh Siwon.

“Lebih baik aku mengganti lagunya. Kau pasti sudah bosan mendengarnya bukan, Oppa?”

“Wah? Oppa? Kau sudah memanggilnya Oppa sekarang?” Aish, aku lupa kalau Eun Jo juga sedang semobil bersama kami sekarang.

“YA! HAN EUN JO! Tak bisa kau plester mulutmu itu heh?”

“Hahahaha..” Siwon Oppa, gigimu putih sekali ya. “Kalian ini lucu sekali. Memangnya kenapa Eun Jo? Bukankah kau juga memanggilku ‘hyung’?”

Mehrong! (kalo di Indonesia-kan ‘mehrong’ = ‘bwee’ penulisan bunyi melet-melet ngejulurin lidah. Contoh lainnya, kalau di Indonesia penulisan ketawa itu ‘hahaha’ kalau di Korea ‘kekekeke’). Siwon Oppa membelaku. Yeee!!! Aku sudah mau mengganti CD-nya tapi tangan Siwon Oppa mencegahnya.

“Biar saja. Aku suka mendengar laguku.” Aku juga senang Oppa! Apalagi kau menyanyikan lagu itu juga. Wah, seperti nonton konser didepan mata.

Neon alkkamalkka alkkamalkka neomu yeppeun miinah

Nal michyeotdago malhaedo nan niga jotda miinah

Sementara aku sedang melamun dan mencubit-cubit pipiku (apakah ini benar-benar nyata? Siwon disampingku dan menyupir untukku), Siwon dan Eun Jo sibuk berbicara tentang game. Tampaknya Siwon oppa hanya tau beberapa dari banyak game yang Eun Jo sebutkan.

“Kau lebih cocok berbicara dengan Kyuhyun. Dia tahu lebih banyak soal game daripada aku. Kalau kalian bertemu nanti aku kenalkan. Tantang dia main bersamamu, dia pasti akan mau. Kalau kau bisa mengalahkannya, kau bisa masuk three gameketeers yang dibentuk Kyu, Minho, dan Sora (penulis: baca cerita SHINee-ing di lampiran tentang fun facts Sora). Mungkin kalau kau masuk namanya akan berubah menjadi for gameketeers.”

Suasana kembali hening sementara lagu di mobil berganti menjadi lagu Perfection, super junior M.

Oh! Taewanmi. Nae shimjang jonjaereul

Oh! My Lady Naege ilkkaewooji Woo Wo u O  

“Diantara semua member suju, kau paling suka siapa Sang Ah?”

“KAU HYUNG!!!” YA! HAN EUN JO! Mulutmu akan benar-benar kujahit! “Tiap kali melihatmu di TV dia pasti akan berteriak ‘Kyaaaa Siwoooonnnnn’! Bahkan di private… Hmmppphhh..” Aku keburu menutup mulut Eun Jo sebelum dia membeberkan semua yang terjadi di private concert itu. Lagipula mungkin Siwon sudah lupa.

“Kalian benar-benar lucu. Tidak apa-apa Sang Ah, lihat, mukamu memerah lagi!” Aku melirik kearah spion dan… ah, Siwon oppa benar. Mukaku kembali memerah. “Aku senang kau menyukaiku Sang Ah. Sangat senang malahan.”

“Oppa~~~~”

“Hoi Babo! Jangan Ge-er kau! Siwon hyung berkata seperti itu cuma ingin membuatmu senang! Hoi, jangan lumer!!”

***********

Kami berdua jalan-jalan ke mall. Eun Jo sudah tidak bersama kami lagi karena dia bertemu dengan teman-temannya dan memutuskan bergabung dengan teman-temannya. Untunglah! Sebaiknya dia segera pergi sebelum dia benar-benar membeberkan semuanya pada Siwon Oppa. Tidak ada yang mengenali Oppa karena dia memakai penyamaran penuh.

Setelah makan es krim santan khas negara ini di salah satu food court, kami berdua mampir ke toko aksesoris. Siwon yang mengajak, aneh bukan!

Aku terkejut karena tiba-tiba sesuatu yang dingin menyentuh kulit leherku dari belakang. He? Apa ini? Oppa memakaikan kalung dari belakang. “Bandulnya berbentuk huruf ‘S’. Bisa untuk ‘Siwon’ dan bisa juga untuk ‘Sang Ah’.”

Kalung ini terasa dingin sekali di leherku. “Wah oppa, kau sudah bisa berbelanja sendiri sekarang.”

Siwon Oppa hanya tersenyum sambil melihat kalung yang tampak berkilau di leherku.

**********

Hari-hari di kantor sekarang terasa semakin menyenangkan. Siwon-oppa selalu menggandeng tanganku di kantor. Selain itu dia tampak lebih bersemangat belajar per-bisnis-an. Mungkin dia memutuskan untuk mencoba dunia ini.

“Wah, kalian berdua semangat sekali.” Vivian Onnie entah datang darimana tau-tau dia sudah berada didepan kami. Vivian Onnie menggunakan Bahasa Inggris agar Siwon oppa juga mengerti apa yang diucapkan Onnie. “Hi Siwon. Apa kalian tidak sadar kalau sekarang sudah jam makan siang?”

Onnie benar! Ternyata sekarang sudah masuk jam istirahat makan siang. Aku, Siwon dan Vivian Onnie pergi ke kantin bersama dan makan siang bertiga.

“Kalian akrab sekali ya sekarang.” Vivian Onnie memulai topik pembicaraan yang tidak kami duga. “Seluruh karyawan banyak yang menggosipkan kalian.”

“Gosip?” Sekarang Siwon oppa mulai masuk kedalam pembicaraan Vivian Onnie.

“Iya! Gosip! Sekarang seluruh kantor bilang kalian sudah bertunangan dan sedang belajar untuk memegang perusahaan untuk persiapan pernikahan.”

“Hmpphh…” Air yang sedang berada di mulutku muncrat seketika. Untuk muncratnya tidak jauh. “Tunangan? Menikah? Ah, mereka berpikir terlalu jauh.”

Siwon Oppa dengan baik hatinya mengambil tisu dan membantuku membereskan air yang tumpah ini. “Kau tidak menyukainya Sang Ah?”

“Menyukai apa?”

“Gosip itu…”

Hah? Aku hanya ingin bilang kalau gosip itu tidak benar. Tapi bukannya aku tidak suka dibilang tunangannya Siwon oppa. “Ti.. tidak juga..”

***********

Hari ini Siwon Oppa dan Appa-nya harus kembali ke Korea. Sedih sekali, Rasanya aku akan selalu merindukan suara Siwon Oppa, atau melihat dirinya berkeliaran dengan Eun Jo di sekitar rumah. Tapi dia bilang tak usah khawatir. Dia pasti akan sering menghubungiku. Sebelum berangkat Aku, Siwon, Appa, dan Ki Ho-ssi mengadakan rapat kecil di ruang kerja rumahku.

“Jadi bagaimana, Siwon?” Kata-kata Ki Ho ahjussi merebut perhatian aku, Siwon Oppa, dan Appa yang sedang berada di ruangan yang sama. Posisinya, Aku duduk berdampingan dengan Siwon menghadap kedepan, Ki Ho ahjussi ada di sebelah Siwon Oppa menghadap kekiri sementara Appa ada disebelahku berhadapan dengan Ki Ho-ssi. “Apa kau sudah memutuskan ingin mengurus sendiri perusahaan milikmu?”

“Tidak!” Jawab Siwon Oppa tegas diiringi desahan napas kecewa dari Ki Ho-ssi. “Aku sudah bilang dari awal aku tidak tertarik dengan duniamu, Appa. Aku tetap akan berada di panggung.”

“Tapi kupikir kau begitu semangat akhir-akhir ini.”

Bukannya menjawab Appa-nya, Siwon Oppa malah berbisik padaku. “Itu karena aku bersamamu, makanya aku semangat.” Sial, mukaku jadi memerah lagi kan!

“Baiklah, Appa menyerah.” Ki Ho-ssi bangkit berdiri sambil membersihkan kacamatanya. “Perusahaanku sebaiknya kuserahkan pada menantuku saja nanti.”

MWO?!!” (Appppaaa!!!) Siwon Oppa yang terkejut langsung berdiri. Aku otomatis mengikuti Siwon berdiri sementara Appa mengikuti tindakanku. “Menantumu? Istriku maksudnya?”

“Tentu saja, kalau kau dan Jiwon sama sekali tidak berminat pada perusahaan, aku harus mencari penerus yang lain. Memangnya pada siapa akan kuberikan?” Ki Ho-ssi berdiri didepan Siwon tetapi pandangan matanya mengarah padaku kemudian dia menepuk pundakku. “Aku yakin kau bisa mengelola perusahaanku dengan baik, Sang Ah.”

MWO??!!!” Sekarang aku yang terkejut. “Apa maksudnya Ki Ho ahjussi?”

“Sang Ah, calon menantuku. Sebaiknya kau bersiap untuk memanggilku ayah. Aku bangga sekali memiliki calon menantu sepertimu. Perusahaan akan jadi milik kau, Siwon, Jiwon, dan calon suami Jiwon yang entah siapa. Tetapi untuk pengelolaannya semuanya kuserahkan padamu. Ah ya, perusahaan kita yang baru akan dirintis itu, haruskah aku mengubah namanya menjadi Sangwon coal?? Sangwol, singkatan dari Sang Ah dan Siwon.”

MWO??!!!” Mukaku jadi memerah dan memanas. Belum selesai keterkejutanku, tangan Siwon sudah melingkar di pundakku dan dia tersenyum jail.

Welcome to my life, fiancee..”

“ANDWWWEEEEE!!!!!!!!” (TIDAAAAAKKKK!!!!!) Aku masih muda! Setidaknya izinkan aku menyelesaikan kuliahku dulu!

**********

(EPILOG)

Aku berdiri sedikit canggung di sebelah Siwon Oppa. Beberapa orang baik yang kukenal maupun yang tidak kukenal tak henti-hentinya bergantian menyalamiku dan Siwon Oppa. Tak hanya itu, beberapa kamera wartawan juga tak henti-hentinya menyilaukan mataku. Ah, pestanya saja sudah seperti ini, apalagi waktu konferensi pers nanti! Mungkin aku sudah pingsan duluan sebelum menjawab pertanyaan para wartawan itu.

Gwenchanayo (kau tidak apa-apa), viant? Kau kelihatan sedikit pucat.” Siwon Oppa melihat ke mukaku. Ah, muka Siwon Oppa yang begitu dekat ini malah membuatku tambah gugup.

Gwenchana. Aku hanya sedikit gugup.” Setelah benar-benar mengecek keadaanku, Siwon Oppa mengangguk dan kembali mengajakku mengitari ruangan pesta.

Viant, kenalkan ini manajer hyung. Manajer kami, super junior.” Aku mengangguk dan menyalami manajer-ssi. Sambil berterimakasih pada manajer karena telah mengucapkan “Chukkae (selamat).” Padaku dan Siwon Oppa.

Kau tahu kenapa semua orang mengucapkan selamat padaku dan pada Siwon Oppa hari ini? Ya, hari ini adalah hari pesta pertunangan kami berdua. Omo, malunya. Pesta pertunangannya sendiri diadakan di Korea. Cincin di jari manisku terasa memanas saat aku menyadari kalau Siwon Oppa juga mengenakan cincin yang sama di jari manisnya.

Viant, sekarang mukamu malah memerah. Kau yakin kau baik-baik saja?”

“Sudah kubilang aku baik-baik saja. Tak usah mengkhawatirkanku.” Ternyata sebagai tunangan, Siwon Oppa itu orang yang begitu protektif.

Oh ya, Aku dan Siwon Oppa memiliki panggilan sendiri untuk saling memanggil. Kami tidak memanggil ‘jagiya’ atau ‘yeobbo’ seperti yang dilakukan Ki Ho ahjussi dan istrinya. Kami saling memanggil ‘Fiann’ singkatan dari ‘Fiancee’ yang berarti ‘tunangan’ dalam Bahasa Inggris. Tetapi bila Siwon Oppa yang menyebutnya, di telingaku terdengar seperti ‘Viant’ karena cara Siwon Oppa mengucapkan ‘F’ seperti ‘V’ dan diakhirnya seperti tertahan oleh huruf ‘T’. Lebih seperti Bahasa Prancis dibandingkan Bahasa Inggris.

“Akhirnya tamu yang kutunggu-tunggu datang juga.” Eh? Siapa yang ditunggu-tunggu Siwon Oppa? Jangan-jangan yeoja lagi!

14 orang namja dengan jas berbagai warna mendekati kami berdua. Semuanya tampan dan manis. Ah! Semua anggota super junior baik yang aktif, yang tidak, maupun yang sudah keluar sekalipun datang! Ditambah dengan Zhou Mi dan Henry anggota super junior M. Huwaa!! Mereka benar-benar tampan kalau dilihat dari dekat.

Leteuk-ssi yang paling depan dan paling cepat memeluk Siwon Oppa. “Chukkae dongsaeng (Selamat, dik). Kau curang! Bagaimana bisa kau mendahului Hyung-mu! Aku saja entah kapan bisa bertunangan. Aku harus masuk wajib militer dulu!”

Siwon Oppa hanya menertawakan penderitaan Leteuk-ssi. Setelah itu semua anggota super junior bergantian memeluknya. Huh, sesaat aku kesal karena Siwon Oppa seperti melupakanku. Siwon Oppa, your viant is here!!!

“Ah ya, kenalkan my viant, Han Sang Ah. Tapi sepertinya kalian tidak perlu berkenalan dengan kalian. Sang Ah cukup kenal denganku saja.”

Buukk!! Aku meninju lengan Siwon Oppa pelan sambil tersenyum malu-malu.

“Jangan begitu Siwon, setidaknya biarkan kami mengucapkan selamat padanya.”
“Betul hyung, setidaknya biarkan kami meegang tangan cantik itu.” Henry! Kau bisa saja. Dasar kalian para namja. Mentang-mentang tampan pandai sekali kalian merayu yeoja.

Akhirnya Siwon Oppa malah meraih tanganku dan menyuruhku bersalaman dengan Leteuk-ssi terlebih dahulu. Setelah itu aku juga bersalaman dengan yang lainnya.

Chukkae Sang Ah. Aku bisa mengerti kenapa Siwon menyukaimu. Tapi sayang sekali kau hanya mendapatkan Siwon. Seharusnya kau bisa mendapat yang lebih baik dari dia. Seperti aku contohnya. Aku jelas lebih baik daripada dia. Andai kita bertemu lebih cepat Sang Ah.”

“Hyung!”

Miyanhae Siwon. Saranghae.” Ternyata benar yang diberitakan di tabloid. Heechul-ssi orang yang sangat narcist. Diakhir Heechul-ssi mengucapkan ‘saranghae’ pada Siwon Oppa untuk menunjukkan kalau dia benar-benar bercanda. Hhi, terdengar aneh kalau diucapkan sesama namja.

Akhirnya tiba giliran Kyuhyun, si maknae super junior. Dia mengucapkan selamat dengan cara yang biasa. Tapi tiba-tiba Siwon Oppa memanggil Eun Jo mendekat.

Eun Jo awalnya cukup keheranan karena dipanggil Siwon Oppa ditengah-tengah anggota super junior ini. “Kyuhyun, kenalkan ini calon my-brother-in-law (adik ipar). Pasti dia cocok sekali kalau bisa mengobrol denganmu.”

Mengetahui hal itu, Kyuhyun menarik Eun Jo beranjak darisana kemudian mereka membicarakan yang tampaknya sangat serius dan sangat penting. Ah, aku sudah tau. Mereka pasti membicarakan game yang sama sekali tidak kumengerti. Kurasa aku membutuhkan kromosom Y untuk mengerti mengenai asyiknya bermain game.

Kupikir Eun Jo sudah akan pergi, tapi ternyata dia malah balik lagi dan menghampiri Siwon Oppa. “Hai calon kakak ipar! Aku belum sempat mengucapkan sesuatu padamu.”

“Kau pasti ingin mengucapkan selamat bukan?” Tebakku asal.

“Bukan! Aku justru ingin menyampaikan rasa prihatin padamu, hyung. Kasian sekali kau harus mendapatkan Noona-ku yang bodoh, ceroboh, jelek, dan tidak asyik ini. Semoga hatimu sudah siap menghadapi hari-hari buruk bersamanya.”

Aish! Dasar Eun Jo! Siwon Oppa juga! Dia malah tertawa begitu! “Hahahahaha. Kalau begitu kudoakan agar kau mendapatkan yang lebih baik dibandingkan yang kudapat. Bagaiman?”

“Itu sih sudah pasti! Sudah ya, Kyuhyun hyung sudah menunggu.” He? Cepat sekali dia akrab dengan orang-orang ini. Baru sebentar saja dia sudah memanggil Kyuhyun dengan panggilan ‘hyung’.

Aku tidak tau kapan tapi yang jelas semua anggota super junior dan super junior M (kecuali Siwon Oppa tentunya) sudah berada diatas panggung. Leteuk-ssi mengambil mike dan berbicara. “Semuanya, kami dari syupeo juni-OR! Izinkan kami memberi hadiah yang pantas kepada pasangan yang berbahagia hari ini. Satu.. dua.. tiga..”

Love, oh baby my girl…” Kyyyaaaaa!!!! Mereka semua menyanyikan lagu ‘Marry U’ kesukaanku. Lagu ini lagi!!!!

Siwon Oppa mengulurkan tangannya mengajakku berdansa dan aku menerimanya. Tentu saja kami langsung mendapat perhatian wartawan dan para tamu undangan. Bagian Siwon Oppa digantikan oleh Zhou Mi dan Henry jadi Siwon Oppa bisa terus berdansa denganku.

“Ini dansa kedua kita bukan?” Ucap Siwon Oppa yang tiba-tiba berbisik di telingaku.

“Bagaimana kau tahu?”

Siwon Oppa membelai rambutku dan menyelipkan beberapa rambut ke telingaku. “Mukamu yang memerah setiap kali kau malu, bagaimana aku bisa lupa kejadian di private concert itu.”

“Jadi kau tahu?”

“Tentu saja! Sudah kubilang mukamu itu menarik perhatianku. Aku benar-benar kaget waktu kau berada dirumahku. Ada perasaan senang sebenarnya.Tapi… ah sudahlah.”

Tadi saja mengatai mukaku yang memerah setiap kali aku malu. Padahal sekarang dia sendiri yang malu-malu. Kalau sudah begini sebaiknya dia dibuat tambah salah tingkah. Aku sedikit berjinjit agar mulutku bisa mencapai telinganya.

Fiann, saranghae!!!” Setelah itu aku mencium pipinya kilat dan blitz kamera wartawan itu semakin mengganas.

***********

(TAMAT)

About angelaftracta

Author, writer, singer, an adorable girl *hueks* Not only an FF(s) author but also a teenlit(s), romance(s), fantasy, or comedy author.. check out my blog asianfanfictionstory.wordpress.com

2 comments on “[FF] Our Joint Business (Han Sang Ah + Choi Siwon) – part 2 (END)

  1. Kyaa endingnya so sweet sekali~😄

  2. Kyaaaaaaaa!!!! Aku juga mauu dong..wkwk #abaikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: