Leave a comment

[FF] From Beginning is That You (PART 2)


Author: ssarangbit

MWO?? Hae Rin? Kyuhyun? Tunangan? Ada apa ini?? Para fans teriak histeris ketika Lee Jungshin menanyakan hal itu kepada Kyuhyun. AKu tidak mengerti situasi seperti apa yang sedang terjadi dihadapanku saat ini. Kulihat Kyuhyun tersenyum malu, dia menundukkan wajahnya. Ada apa dengan Kyuhyun? Siapa Hae Rin? Kenapa mereka mau tunangan? Kenapa Kyuhyun tidak pernah cerita apapun kepadaku? Kenapa dia ngotot menyuruh aku ke Korea? Apa dia ingin memberitahu aku tentang hubungannya dengan artis Hae Rin itu? Apa dia ingin memutuskan hubungannya denganku?

Otakku penuh dengan banyak pertanyaan yang membuat aku kebingungan. Jantungku berdegup kencang, aku tetap memperhatikan member SJ yang masih diwawancara, tapi tiba-tiba Eunhyuk oppa melihat kearahku, dia mengenaliku!! Dia kemudian berbisik kepada Kyuhyun dan ya!! Kyuhyun melihatku, kulihat raut wajahnya yang kaget melihatku. Aku langsung berusaha keluar dari kerumunan para fans, aku tidak memperdulikan Kyuhyun, aku menangis, aku berlari sambil menangis, aku berlari tanpa arah.

Aku seperti orang bodoh, berjalan di Myeondong yang sangat ramai sambil membawa koper, dan orang-orang memandang aneh kepadaku. Aku sama sekali tidak peduli, aku terus berjalan hingga berhenti di sebuah halte bus. Aku menangis dan tidak tahu harus kemana?? Aku tidak mungkin langsung ke Incheon dalam keadaan seperti ini, bisa-bisa paman curiga terjadi apa-apa denganku.

Ponselku tiba-tiba bergetar, “Cho Kyuhyun” aku abaikan telepon darinya, tidak ku balas puluhan pesan yang dia kirimkan. Ku matikan ponselku saking kesalnya. Aku masih bingung dengan kejadian yang aku lihat tadi, siapa Hae Rin? Kenapa Kyuhyun tidak pernah cerita apapun tentang Hae Rin kepadaku?

“kamu sakit hati lagi, Nae Ssa.” Ujarku pada diriku sendiri.

Ku putuskan untuk pergi ke sungai Han dulu sebelum pulang ke Incheon. Aku tidak bisa membendung airmataku ketika tiba di sungai Han, aku teringat akan semua kenangan ku dengan Kyuhyun. Disinilah dia mengutarakan perasaannya kepadaku, disinilah ku ceritakan pengalaman pahit ku tentang cinta ku yang terdahulu, disinilah dia memberikanku pelukan yang sangat hangat. Tiba-tiba hujan turun dengan deras, ku biarkan diriku tetap di pinggir sungai Han, ku dengar beberapa orang yang lewat teriak memanggil ku dan menyuruhku berteduh, tapi aku tidak peduli. Airmataku jatuh bersamaan dengan hujan yang turun dengan derasnya.

Tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku .

“oppa…” ucapku.

Kyuhyun!! Mau apa Kyuhyun kesini? Kenapa dia bisa kesini? Aku berusaha melepaskan tangannya yang memegang ku, kulihat dia sedang berbicara denganku tapi entah kenapa aku tidak bisa mendengar apa yang dia katakan, lalu tiba-tiba penglihatanku menjadi buram dan buram, aku seperti tidak sanggup lagi berdiri, aku terjatuh pingsan.

Aku bermimpi. Aku bermimpi sedang berada di Myeongdong lalu melihat seorang MC berkata kalau Kyuhyun akan bertunangan dengan seorang artis bernama Hae Rin. Tidak!! Ini bukan mimpi, itu kenyataan, aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri, Kyuhyun tersenyum malu ketika ditanya akan hal itu, lalu bagaimana dengan hubunganku dan Kyuhyun??

Apa malah hubungan kami yang sebenarnya hanya sebuah mimpi. Kenapa ini? Aku ingin membuka mataku tapi kenapa begitu sulit. Ku coba membuka mataku perlahan, pandanganku sangat buram, aku tidak bisa melihat dengan jelas, kepalaku sangat sakit sekali, badanku terasa letih. Ketika aku berhasil melihat dengan jelas,

“Dimana aku?” tanyaku.

Seorang suster yang berada di sampingku berkata, “Nona sedang berada di rumah sakit. Sekarang istirahat-lah, anda baru saja siuman setelah pingsan selama 5 jam.” Jawab suster itu.

MWO?? 5 jam? Aku pingsan selama 5 jam? Suster itu langsung keluar dari ruanganku, ku lihat di sekeliling ruanganku, tidak ada satu orang pun kecuali aku, ku pegang kepalaku yang masih terasa sakit, kucoba untuk mengangkat diriku sendiri tapi aku langsung terjatuh. Ku lirik meja kecil di samping tempat tidur, kucari ponsel-ku tapi tidak ada.

Siapa yang mengantarku kesini? Aku tidak bisa mengingat dengan jelas dengan kejadian yang aku alami sebelum pingsan, yang aku ingat aku berada di sungai Han lalu hujan turun dengan deras, aku menangis diiringi derasnya hujan lalu…

Lalu, kurasakan seseorang memegang tanganku dan berusaha menarik tubuhku. KYUHYUN!! YAAA!! Itu Kyuhyun, tapi dimana dia sekarang?? Tiba-tiba pintu kamar tempatku berada terbuka, aku langsung pura-pura tidur, sempat kulirik sejenak, itu Kyuhyun! Dia lalu duduk di sampingku, ku rasakan dia memegang tangan kananku dengan erat, kucoba menahan airmataku yang hampir terjatuh. Lalu, aku pun membuka mataku, dia terkaget ..

“Nae Ssa-ah, gwaenchana?” tanya Kyuhyun dengan nada cemas.

“Ne..” jawabku sambil menganggukkan sedikit kepalaku.

“Nah, karena kamu sudah sadarkan diri, sekarang kamu makan dulu, ini aku baru saja membelikan kamu sup hangat.” Ucapnya sambil tersenyum.

“ah, ani. Aku tidak lapar.” Jawabku menolak suapan darinya.

“Nae Ssa-ah, aku bisa jelaskan semua kejadian yang kamu lihat dan dengar di Myeongdong tadi, tapi aku mohon, makanlah dulu. Kamu sudah 5 jam tidak sadarkan diri, kamu butuh asupan tenaga, kamu harus minum obat, chagi.” Ucapnya dengan nada memelas.

Ahh! Aku benci kata ‘mohon’ yang keluar dari bibirnya itu. Karena aku tidak bisa menolak segala hal yang dia katakan dengan kata ‘mohon’ itu. Aku pun menuruti permintaan dia, dia menyuapiku makan sup hangat itu, tapi suasana tampak sangat canggung. Kami hanya terdiam di dalam ruangan itu, dia membantu ku makan hingga selesai, lalu membantuku minum obat. Lalu..

“Hae Rin-ssi .. Dia bukan siapa-siapa, Nae Ssa-ah.” Tiba-tiba Kyuhyun berbicara kepadaku.

“hmm.” Jawabku dengan cuek.

“Apa yang kamu dengar tadi bukanlah yang sebenarnya. Aku tidak pernah menghianati cinta kita. Aku tidak pernah berpikiran untuk mencari wanita lain selain dirimu. Percayalah padaku.” Jelas Kyuhyun dengan nada meyakinkan.

“Lalu, masalah tunangan?” tanyaku.

“Itu hanya rumor, chagi. Aku juga tidak tahu darimana rumor itu berasal, netizen sangat heboh dengan hal itu. Aku tidak pernah berpikiran untuk tunangan dengan dia, bahkan sekedar punya hubungan dekat pun tidak ada pikiranku sampai kesitu. Bagiku, cukup dengan memilikimu saja sudah sangat berarti untukku.” Jelas Kyuhyun.

Ku lihat matanya mulai berbinar, tidak!! Aku tidak ingin melihat dia menangis, tapi apa ini? Kenapa ku lihat dia menitikkan airmata?? Aku ingin sekali menghapus airmata yang kali ini menghiasi wajahnya yang sangat putih dan bersih itu tapi entah kenapa hatiku masih merasa sangat terpukul akan kejadian di Myeongdong tadi. Aku bingung, aku tidak tahu kenapa tiba-tiba muncul keraguan di hatiku.

Aku merasa ragu, rasa ketidakpercayaan ku mulai timbul kepadanya, aku ingin menghilangkan perasaan itu tapi terasa sangat tidak mungkin untukku saat ini. Dia menatapku, kami saling memandang, ku lihat ketulusan dimatanya. Aku langsung menundukkan kepala,

“aku ingin istirahat. Gomawo, Kyuhyun-ssi sudah membantuku.” Jawabku singkat lalu menutupi diriku dengan selimut.

————————————————————————————————-

– KYUHYUN’s POV

Dia tidak berkata-kata apapun kepadaku. Dia langsung memutuskan untuk tidur. Ku bantu dia untuk membereskan selimutnya. Matanya terpejam tapi bisa kurasakan kecemasan dalam dirinya. Apa dia ragu terhadapku? Apa dia mulai tidak percaya padaku? Apa yang harus kulakukan.

Aku akui ini semua memang salahku, seandainya ketika di sebuah acara minggu lalu aku tidak keceplosan bilang mengenai ingin tunangan dengan artis idolaku, Hae Rin, hal ini pasti tidak akan terjadi. Aku waktu itu hanya bercanda, tidak menganggap tanggapan netizen akan sangat berlebihan. Bodohnya lagi, aku tidak pernah cerita tentang hal itu kepada Nae Ssa. Dia sudah tidak percaya padaku. Aku masih duduk di sampingnya yang terlihat sudah tidur lelap, ku pegang tangan kanan nya dengan erat. Apa yang harus aku lakukan supaya tidak ada lagi keraguan darinya untukku? Aku telah berbohong kepadanya.

– KYUHYUN’s POV END

————————————————————————————————

Esoknya, aku pun sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit, paman datang menjemputku, ku abaikan Kyuhyun yang sedari tadi membantu ku berkemas, aku merasa sedang tidak ingin bertemu dengannya. Aku pikir dia sudah menyadari perubahan sikapku kepadanya, tapi dia terlihat seakan tidak peduli dan menganggap tidak terjadi apa-apa pada hubungan kami.

“Oppa, aku ingin kita putus.” Ucapku pelan.

“mwo? Apa maksud kamu, chagi? Andwe! Aku tidak akan pernah putus denganmu. Tidak akan pernah terjadi!!!!!!!!!” ucap Kyuhyun dengan nada tegas.

“aku..aku..” jawabku bingung.

“Pokoknya, aku tidak ingin putus darimu!!!!!!!!! Aku sangat mencintaimu, chagi. Apa penjelasanku denganmu semalam tidak cukup bagimu??” ucap Kyuhyun dengan nada ngotot.

“aku tidak tahu, oppa. Aku bingung, aku butuh waktu oppa. Mungkin ada baiknya kita tidak berhubungan dulu.” Jawabku sambil menundukkan kepala.

Aku langsung pergi meninggalkan Kyuhyun yang terlihat sangat shock. Ku lihat dia menjadi terdiam, bisa kurasakan kesedihan dalam dirinya, aku pun merasakan hal yang sama, tapi aku benar-benar butuh waktu sendirian. Aku butuh waktu untuk meng-introspeksi diriku sendiri. Maafkan aku, oppa.

—————————————————————————————

Sudah satu minggu aku berada di Korea, sudah satu minggu aku dan Kyuhyun tidak saling menghubungi satu sama lain. Ku lihat dia sepertinya baik-baik saja ketika menonton penampilan dia dan member SJ lainnya di televisi. Melihat kondisi dia yang baik-baik saja, sepertinya dia sudah bisa melupakan aku. Mungkin seharusnya seperti ini, seharusnya tidak pernah ada hubungan cinta antara kami berdua.

Aku yang tinggal di Indonesia dan dia yang berada di Korea, perbedaan jarak tempat tinggal antara kami berdua merupakaan perbedaan yang paling jelas di antara kami. Ku putuskan untuk pulang ke Indonesia besok, sudah tidak ada lagi hal yang harus aku lakukan di Korea. Kuminta paman untuk memesankan aku tiket pulang ke Indonesia besok, walaupun rasanya aku tidak ingin pergi dalam perasaan yang tidak pasti seperti ini.

Aku yakin Kyuhyun sudah bisa menerima hubungan kami yang telah berakhir. Namun, mungkin tidak bagiku. Patah hati untuk yang kedua kalinya sangat menyakitkanku. Tapi, biarlah, lebih baik seperti ini.

Tengah malam seperti ini tiba-tiba aku merasa kelaparan, aku memutuskan untuk keluar sebentar mencari kudapan tengah malam. Ketika kubuka pintu apartemen, tiba-tiba kulihat Kyuhyun. Aku sangat terkejut, tapi kulihat ada yang aneh dengannya. Ahh!! Namja ini, pasti dia sedang mabuk. Kucium wangi minuman keras dari hembusan nafasnya.

“Oppa!!” ucapku terkejut.

“Chagi-yaaaaaa.” Ucapnya.

Tiba-tiba dia terjatuh, aku langsung memegang tubuhnya.

“Kenapa kamu mabuk berat seperti ini, oppa?” tanyaku dengan nada cemas.

“Aku merindukanmu. Aku mencintaimu. Aku….” Ucap Kyuhyun lalu dia pingsan.

Aku memanggil paman, lalu membawa Kyuhyun ke kamarku untuk istirahat. Kulepaskan sepatunya, kulepas jas hitam yang dia pakai. Dia kesini masih dalam keadaan rapi, tapi kenapa dia mabuk? Ada apa dengan namja ini? Tiba-tiba airmataku mengalir dengan deras.

Aku pergi ke dapur, membuatkan dia bubur hangat. Paman dan bibi sudah tidur, tinggal aku yang masih terjaga malam ini. Ketika kembali ke kamar, Kyuhyun masih tertidur, dia terlihat sangat lelah sekali. Ku pegang dahinya untuk mengecek apakah dia demam atau tidak, tapi tiba-tiba dia terbangun.

“Chagiiiii…” ucapnya dengan suara yang masih lemah.

“Ne. Oppa masih pusing? Oppa sepertinya agak demam. Sekarang oppa makan dulu, aku sudah buatkan bubur hangat buat oppa. Lalu, nanti oppa minum obat.” Jelasku panjang lebar.

Ku lihat dia tersenyum.

“Wae, oppa?” tanyaku penasaran.

“Gomawo, chagi-ya.” Tiba-tiba dia memelukku.

“Oppa!!!!” teriakku.

“Yaa!!! Kenapa kamu teriak? Kayak baru kali ini saja aku memelukmu.” Bentak Kyuhyun.

“Kita kan sudah putus, jadi oppa tidak boleh memelukku sembarangan. Oppa harus bilang dulu padaku.” Jawabku polos.

“Putus? Siapa yang putus? Kita masih pacaran kok. Buktinya, kenapa kamu masih mau aku panggil chagi?” tanyanya menantang.

“ah, ani. Itu karena aku lupa saja.” Jawabku.

Tiba-tiba dia berdiri dari tempat tidur.

“Oppa, mau kemana?” tanyaku penasaran.

“Katamu kita sudah putus kan? Ya udah, kalau gitu untuk apa aku masih disini.” Jawabnya.

“Tapi, kamu masih belum pulih, oppa. Kamu bahkan mulai demam sekarang, makan dulu dan minum obat, baru oppa boleh pulang.” Cegahku sambil memegang lengan kirinya.

“aniyo. Gomawo, Nae Ssa-ssi, aku lebih baik pulang saja.” Tegasnya.

“Yaaa!!! Cho Kyuhyun!!!!! Sedang apa kau ini? Apa kamu mau bikin aku gila? Kembali ke tempat tidur sekarang juga!!!!!!!” bentakku.

Dia terlihat sangat kaget mendengar aku membentaknya. Dia lalu kembali ke tempat tidur dan membiarkan aku menyuapinya bubur hangat yang sudah mulai dingin. Aku ingin tertawa melihat wajahnya saat ini, aku seperti sedang mengasuh seorang anak kecil. Tampangnya sangat polos ketika menuruti apa yang aku katakan. Setelah dia minum obat,

“Sekarang oppa tidur. Besok saja baru pulang. Lagipula sudah tengah malam seperti ini sangat susah mencari taksi untuk mengantar oppa kembali ke Seoul.” Jelasku sambil memakaikan dia selimut.

“Lalu, kamu tidur dimana?” tanya Kyuhyun.

“Disitu.” Ucapku sambil menunjuk sofa yang berada di ruang tamu.

“Andwe! Kamu harus tidur di tempat tidur.” Ucap kyuhyun lagi.

“Andwe!! Oppa yang harus tidur di tempat tidur. Kalau oppa tetep ngotot, aku akan mengunci oppa di kamar ini sehingga ga bisa kemana-mana.” Ancamku.

“huhhhh.” Jawabnya kesal.

Aku lalu mengambil bantal dan selimut yang berada di lemari. Lalu, meninggalkan Kyuhyun yang kelihatan belum mengantuk.

“Oppa, jaljayo.” Ucapku lalu mematikan lampu dan menutup pintu kamar.

—————————————————————————————————–

– KYUHYUN’s POV

Aku tidak bisa tidur. Kubuka pintu kamar sedikit, mengintip Nae Ssa yang sudah tertidur dengan lelap sekali. Ku nyalakan lampu kamar, ah tidak ada apa-apa di kamar ini. Tentu saja, ini kan bukan kamar Nae Ssa, dia disini hanya menginap, Kyuhyun pabo! Tapi, apa itu? Ku lihat ada sesuatu di atas sebuah meja kecil. Tiket? Tiket pesawat siapa ini?

Ketika kubuka, kulihat di tiket itu tertera nama Nae Ssa dan untuk keberangkatan besok siang. Dia sudah mau pulang ke Indonesia besok? Andwe, aku dengan dia kan belum pergi kemana-mana. Aku masih rindu dengannya. Bahkan sudah seminggu dia disini, tapi baru sekarang aku bisa berlama-lama dengannya. Aku harus bagaimana? Dia tidak boleh pulang dulu. Aku harus memperbaiki hubunganku dengannya dulu. Ahhh! Aku pun berpikir keras mencari ide untuk mencegah dia pulang ke Indonesia besok.

Ku buka pintu kamar, lalu menghampiri Nae Ssa yang sudah tidur dengan lelap. Aku duduk di sampingnya, menatap wajahnya yang terlihat sangat polos sekali ketika sedang tidur. Aku tersenyum melihat wajah nya yang sangat polos itu.

“Chagi-ya, mianhae, jeongmal mianhae. Aku telah berbohong kepadamu. Sebenarnya gara-gara aku rumor tentang Hae Rin itu berkembang. Gara-gara aku yang dengan santai bilang ingin sekali bertunangan dengan artis idola-ku itu maka rumor itu malah berkembang. Aku yang salah, chagi. Aku tidak berkata jujur kepadamu. Aku bisa mengerti kenapa akhirnya timbul keraguan darimu untukku. Tapi.. tidak bisakah kau memaafkan aku? Aku sangat mencintaimu, kau segalanya untukku.” Ucapku pelan sambil mengelus wajah Nae Ssa.

– KYUHYUN’s POV END

———————————————————————————————————

Ku dengar suara pintu kamar terbuka, ternyata Kyuhyun belum tidur. Dia menghampiriku, dan bisa kurasakan ketika dia menatapku. Tiba-tiba dia mengucapkan sebuah pengakuan yang sangat mengagetkanku. Kurasakan dia mengelus wajahku dengan lembut. Aku rasanya ingin sekali menangis. Kucoba tahan rasa tangis itu. Apakah dia sudah tahu kalau besok siang aku akan kembali ke Indonesia??

Ahh!! Aku tidur terlalu lelap, kulihat jam di ponselku sudah menunjukkan angka 8. Paman dan bibi pasti sudah pergi kerja. Aku lalu bergegas bangun dan membuka pintu kamar. Kulihat Kyuhyun masih tertidur. Aku masuk ke dalam kamar, lalu mengambil pakaian dan handuk. Tapi, tiba-tiba dia terbangun,

“Nae Ssa-ah, kau sudah bangun.” Tanya Kyuhyun.

“Ne, oppa. Kamu juga sudah bangun. Aku pergi mandi dulu ya oppa.” Pamitku langsung keluar dari kamar.

“Ne, chagi. Kamu tidak ingin ditemani?” tanya Kyuhyun lagi sambil mengerlingkan matanya.

“Yaaa!! Cho Kyuhyun!!!!!” bentakku kaget mendengar apa yang dia katakan.

“Ahhh~ ara, arasso!!! Tidak usah teriak kencang seperti itu. Aku kan hanya bercanda.” Jelasnya sambil tertawa.

Setelah mandi, kusuruh Kyuhyun mandi dan memberikan dia kaos milik paman. Lalu, aku ke dapur dan membuat sarapan untuknya. Selama sarapan, kami tidak saling berbicara satu sama lain, dia hanya diam saja begitu juga denganku.

Ketika pamit pun dia tidak mengucapkan kata-kata lain selain ‘terima kasih’, ingin rasanya aku memberitahu dia kalau aku akan pulang ke Indonesia siang ini, tapi aku tidak ingin membuat dia khawatir dan juga mungkin dia sudah tidak peduli apa aku akan pulang atau tidak. Aku pun mulai membereskan barang-barangku, namun tiba-tiba ponsel ku bergetar. ‘Leetek’, Teukie oppa?? Ada apa Teukie oppa meneleponku.

“Nae Ssa-ssi, apakah Kyuhyun ada bersamamu?” tanya Teukie panik.

“Iya, oppa. Semalam dia nginap di tempatku, tapi tadi pagi dia sudah pulang, oppa. Memangnya ada apa, oppa?” tanyaku penasaran.

“Aigooo~ kemana anak itu!!!! 1 jam lagi kami ada show, dan dia belum muncul juga sampai jam segini.” Jelas Teukie dengan nada panik.

“Jeongmal? Apa oppa sudah hubungi dia?” tanyaku lagi.

“Sudah. Tapi dia tidak mengangkat teleponnya. Aku minta tolong padamu untuk menghubunginya, mungkin kalau kamu yang telepon akan dia angkat.” Pinta Teukie.

“Ne, oppa. Aku akan coba hubungi Kyuhyun sekarang. Nanti aku kabari oppa lagi secepatnya.” Jawabku.

Ahh. Kemana namja itu??? Sudah tahu ada show malah tidak ada kabar begini. Aku juga sudah harus berangkat ke bandara karena pesawatku akan berangkat 30 menit lagi tapi malah dapat kabar seperti ini. Kucoba telepon Kyuhyun, tapi sudah 3 kali dia tidak mengangkat telepon dariku juga. Ketika aku meneleponnya ke-empat kalinya,

“Yoboseyo..” jawab Kyuhyun.

“Yaaaa!!!! Cho Kyuhyun!! Oppa ada dimana sekarang???” tanyaku dengan panik.

“Aishhh~ kau selalu membentakku. Kapan kau akan berhenti membentakku terus.” Balas Kyuhyun.

“Sampai kapanpun, aku tidak bisa berhenti membentakmu oppa. Kamu ada dimana sekarang? Bukankah oppa ada show satu jam lagi?” tanyaku cemas.

“Aku sedang malas.” Jawabnya singkat.

“OMO!!! Ada apa denganmu oppa? Setidaknya kalau kau tidak ingin hadir di show nanti, oppa memberitahu ke member yang lain. Teukie oppa sangat khawatir padamu. Cepat beritahu aku kamu ada dimana, oppa?” tanyaku mendesaknya.

“Ani. Kalau aku memberitahumu kamu pasti akan bilang ke Teukie hyung kan? Aku kan sudah bilang, aku sedang malas.” Jawab Kyuhyun dan langsung menutup teleponnya.

Aishhh~ namja ini!!!!!! Sungguh membuatku kesal terus. Bagaimana ini? Dimana dia sekarang? Aku bingung. Paman sudah menyuruh aku untuk bergegas tapi bagaimana dengan Kyuhyun? Kemana dia? Kucoba menghubungi dia lagi tapi kali ini dia tidak menjawab telepon dariku. Tiba-tiba Teukie meneleponku,

“Nae Ssa-ssi, aku sudah tahu Kyuhyun ada dimana. Dia masih di Incheon, bisakah kamu menemui dia sekarang dan memaksanya untuk segera pergi ke Apgujeong?” pinta Teukie.

“Ne, oppa. Aku akan segera pergi menemui dia.” Jawabku lalu bergegas pergi.

Aku tidak ingat lagi kalau aku harus berangkat ke bandara, yang ada di pikiranku saat ini hanyalah bagaimana membujuk Kyuhyun untuk menghentikan sikap ‘malas’ nya itu. Aku lalu naik taksi menuju ke sebuah taman yang jaraknya cukup jauh dari rumah paman. Setiba di taman, segera aku cari Kyuhyun. Mataku terus mencari sosok Kyuhyun, lalu di samping boks telepon umum, kulihat seorang namja yang sangat ku kenal sedang duduk. Ku hampiri dia dan,

“Yaa!!! Cho Kyuhyun-ssi, sedang apa kau ini?” bentakku yang mengagetkan dia.

“Yaa!! Nae Ssa-ssi!!! Untuk apa kau disini?” bentaknya balik kepadaku.

“Kenapa oppa malah bertanya kepadaku? Mestinya aku yang bertanya sama oppa. Sudah tahu mau ada show malah asik-asik santai disini. Ayo!!” jawabku langsung menarik tangan Kyuhyun.

“Andwe! Aku masih mau disini.” Tolaknya sambil melepaskan tangannya dari genggamanku.

Namja ini sungguh menyebalkan. Dia memang sangat keras kepala dan aku tidak suka sifat keras kepalanya itu. Aku bingung lagi bagaimana membujuknya, aku kesal dan tanpa disadari aku malah mulai menangis.

“Yaaa!! Yaa!! Jangan menangis. Kamu membuatku takut.” Pinta Kyuhyun panik.

“Aku tidak mengerti denganmu, oppa. Ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba bilang malas untuk show? Kenapa, oppa?” tanyaku sambil menangis.

Kyuhyun menyeka airmata di pipiku, “Uljjima, chagi. Aku tidak suka melihatmu menangis seperti ini hanya karena namja sepertiku ini. Sekarang sudah jam berapa?”

“1.30 oppa.” Jawabku sambil terisak-isak.

“Yes!!! Hahaha. Oke chagi, aku akan ke Apgujeong sekarang.” Jawabnya sambil mengecup keningku.

MWO? Kenapa lagi ini? Kenapa namja ini tiba-tiba tertawa bahagia seperti ini? Tidak biasanya dia langsung mau menuruti permintaanku secepat ini?

“Tunggu sebentar oppa, ada apa ini? Aku menangis kamu malah bahagia seperti ini malah langsung memutuskan untuk segera ke Apgujeong??” tanyaku penasaran.

“Hahaha. Sekarang pesawatmu sudah berangkat kan? Berarti kamu masih tetap tinggal di Korea.” Jawabnya bahagia.

Apa ini?? Aku lupa kalau aku sudah telat dan pastinya ketinggalan pesawat. Jadi, dia sengaja melakukan ini supaya aku tidak jadi pulang ke Indonesia. AHHHHHH!!! Namja ini!!!!!!!!!!!!!!

“Oppa!!! Jadi kau ….” Ucapku kebingungan.

Dia tiba-tiba memelukku, “Ne, chagi. Mian, tapi cuma ini satu-satunya ide yang aku punya untuk menghalangi kamu pulang ke Indonesia siang ini.”

“Jadi kau berbohong padaku oppa?” tanyaku.

“Ani. Aku memang ada show dan member SJ yang lain tidak ada yang tahu ideku ini. Tapi, setelah kau meneleponku tadi, aku baru ingat kalau ada show dan lupa memberi tahu Teukie hyung soal ideku ini.” Jawabnya dengan masih memelukku.

Aku melepaskan pelukannya dan berkata,

“Oppa!!!!! Kau benar-benar membuat aku kesal!!!” lalu pergi meninggalkan dia.

Dia kaget melihat aku sangat marah padanya, kutinggalkan dia sendirian di taman lalu kembali pulang.

—————————————————————————————————————-

– KYUHYUN’s POV

MWO? Kenapa dia malah marah denganku? Aku kan tidak bermaksud apa-apa, hanya ingin dia tetap tinggal disini karena aku masih merindukannya. Aku yang masih kebingungan akhirnya memutuskan pergi ke Apgujeong karena aku sudah hampir telat untuk show. Sepanjang perjalanan ke Apgujeong kucoba menghubungi Nae Ssa tapi tidak diangkat olehnya. Sudah puluhan pesan ku kirim padanya, tidak ada satupun yang dibalasnya olehnya. Pikiran ku menjadi kacau seperti ini.

– KYUHYUN’s POV End

——————————————————————————————————————-

Ku nyalakan televisi lalu menonton Super Junior yang sedang perform live. Ku lihat Kyuhyun sudah berada bersama member SJ yang lainnya. Ku lihat dia seperti orang kebingungan. Langsung ku matikan televisi dan bergegas untuk pergi ke suatu tempat.

Ya. Aku pergi ke Apgujeong. Ku telepon Eunhyuk oppa,

“Oppa, kalian dimana sekarang? Apakah masih di Apgujeong?” tanyaku.

“Kami sudah menuju ke tempat parkir mobil. Ada apa tiba-tiba meneleponku?” tanya Eunhyuk penasaran.

“Begini oppa…….”

– KYUHYUN’s POV

Aku dan member lainnya sudah berjalan menuju parkiran. Semenjak perform tadi pikiran sangat kacau, tidak fokus memikirkan Nae Ssa yang tiba-tiba marah denganku lagi. Sudah ratusan kali kulirik ponselku tapi tetap tidak ada satupun telepon atau pesan masuk darinya. Kami sudah naik mobil, aku duduk di bangku tengah bersama Teukie hyung dan Ryeowook. Tidak lama setelah mobil kami melaju, tiba-tiba mobil kami berhenti mendadak. Kami semua yang berada di mobil kaget,

“Ada apa?” tanya teukie hyung dengan panik.

“Kita menabrak orang.” Jawab manager hyung kami.

Kami semua panik lalu bergegas turun dari mobil, betapa shocknya aku setelah tahu kalau orang yang kami tabrak adalah Nae Ssa. Aku segera menghampirinya, dia pingsan. Ku coba merangkulnya sambil menyadarkan dia. Tapi, tidak ada respon darinya. Aku panik, lalu meminta tolong untuk dipanggilkan ambulans. Sedang apa dia disini? Kenapa tiba-tiba ada di Apgujeong? Banyak pertanyaan melintas di pikiranku. Aku kesal sekali menunggu ambulans yang tidak kunjung datang, aku menangis melihat kondisi Nae Ssa yang masih pingsan.

“Yaa!! Chagi, bangun!! Aku mohon buka matamu, kamu kenapa?? Kenapa seperti ini??” teriakku sambil memeluknya.

“Kita seri ya, oppa.”

Tiba-tiba ku dengar suara yang ku kenali, Nae Ssa. Dia sudah sadar?? Ku lepaskan pelukanku lalu melihat dia sudah sadarkan diri. Ahh, syukurlah dia tidak apa-apa. Tapi, apa ini? Seri? Seri apa maksudnya.

“Hahahahaha. Oppa, kau gampang sekali ditipu!!!” Nae Ssa langsung tertawa bahagia.

“Mwo? Jadi kau? Ini hanya pura-pura?” tanyaku penasaran, kulihat manager hyung, Teukie hyung, Ryeowook, Eunhyuk hyung dan Heechul hyung ikut menertawaiku.

“Ya, kurang lebih seperti itulah, oppa. Ini balas dendamku untukmu karena tadi sudah mengerjaiku sampai akhirnya aku tidak jadi pulang ke Indonesia.” Jelas Nae Ssa sambil tersenyum.

“Yaa!!!!! Kau ini sungguh menyebalkan.” Teriakku.

– KYUHYUN’s POV End

—————————————————————————————–

Ya. Aku tidak jadi pulang ke Indonesia dan ini semua gara-gara namja yang sangat kucintai itu. Meskipun dia telah menjanjikan aku untuk pergi jalan-jalan ke berbagai tempat selama aku di Seoul tapi nyatanya dia lebih sering mengajakku ke sungai Han saja.

 

NB : DO NOT REPOST ANYWHERE WITHOUT PERMISSION

About rierie_destiny

i'm shining, E.L.F, a.n.jell holic, minsunerz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: