3 Comments

Baby Love (chapter 1)


Title : Baby LOve

Author : SItahELForever as Kim Kirara

Rating : PG14.

Genre : Romance and all of Genre

Casts : Kang Hana, Kim Kyujong (SS501), Kim Yoobin (WONDERGIRL), Kim Hyeoyeon (SNSD), Hwang Chansung (2PM), Eli (UKISS), Kim Kirara, Thunder (MBLAQ), T.O.P (BIGBANG), MIR (MBLAQ) and the others cameo.

A.N : HAHA, bagi yang baca ni prolog ni ff, mianhae kalo lama.. ga sempat2 ngepostnya sih..
nah, untung memperseingkat waktu kita mulai aj ffnya,
oh iya, satu lagi ni. prolognya ada yang season 2nya, hehe…

~~~

Prolog season 2

Kang Hana, gadis kecil berumur 8 tahun itu keluar ke halaman belakang rumahnya bersama boneka kelinci besarnya dimana pesta barbeque antara sahabat orangtuanya di buat.

Di keluarganya, Hana adalah anak tunggal yang tidak memiliki teman bermain. Dia selalu bermain bersama kelinci besarnya yang bernama Genbo.

“hei, kau.” Sebuah suara pria membuat Hana kaget dan membalikkan tubuhnya dengan cepat ke asal suara.

Dia menatap seorang pria tinggi berwajah manis dengan vitur baik hati.

Hana terpana untuk sementara dan tersadar saat pria itu tersenyum.

“aku?” tanya Hana polos.

“iya, kau.”

“eung? Ada apa?”

Pria itu tersenyum semanis yang bisa membuat Hana kini meleleh seperti cairan susu.

“Manis.”

Deg.

Jantung Hana berdetak kencang. Dan wajahnya memerah.

Baru kali ini ada yang menyatakan perasaan padanya dengan begitu terang terangan seperti ini.

Hana menunduk dan menutup wajah merahnya di kepala Genbo. Perasaannya sangat bahagia sampai..

“eung, maksudku, kelincinya.” Ujar pria itu menahan tawa.

“ekh? Ya?”tanya Hana bingung.

Wajah merah dan bangga nya tadi berubah menjadi raut bodoh.

“hehe, maksudku yang manis itu kelincimu.” Pria itu terkekeh dan menutup mulutnya yang akan mengeluarkan tawa yang hebat.

Hah? Apa maksudnya?

Kelinciku? Manis?

Jadi?

Bukan. Aku?

“aah!!!” Hana berteriak dan segera menenggelamkan wajah kecilnya dalam boneka kelinci yang di peluknya.

Dirinya merasa sangat sangat malu atas apa yang barusan terjadi. Dan dia tidak berani memandang kembali pria yang telah membuat wajahnya merah itu. Hana ingin menangis, tapi dia akan merasa lebih malu lagi jika dilihat oleh pria itu.

Jadi akhirnya dia memilih berlari masuk.

“ya! Chakaman!”

Langkah Hana terhenti.

“mianhae. Aku Cuma bercanda. Jangan menangis ya gadis kecil. Mianhae. Sebenarnya, kaulah yang paling cantik melebihi boneka itu. Wajahmu dua kali lipat lebih manis. Siapa namamu gadis manis?”

Deg! Deg!

Kali ini jantung Hana berdetak lebih kencang. Gadis kecil itu masih tidak menyadari bahwa pria di hadapannya yang berumur 11 tahun itu hanya menggodanya saja. Tapi ucapan yang terakhir memang di ucapkan dengan tulus dan membuat Hana kembali terlena.-namanya anak kecil-
Wajahnya kembali memerah.

Hidungnya kembali mengembang seperti bunga mekar.-gyahahaha, ada tanahnya dong-

“ter.. terima.. ter, terima kasih.”

Pria itu tersenyum.

“namaku Kim Kyujong. Siapa namamu?”

Hana kembali terlena oleh senyuman Kyujong dan melamun.

“Aah.. nama ku, namaku, siapa namaku, oh ya. Namaku Kang, Kang Hana. Hehe, Hana, bukan Hana, tapi Hana.” Hana memperagakan tangannya, pertama menunjukkan jari telunjuknya yang menyatakan angka satu kemudian menggeleng dan kemudian menunjuk bunga (dan maksudnya, dia ingin mengatakan arti namanya bukan Hana(dalam korea berarti)=1, melainkan Hana(dalam jepang berarti)= bunga)
Kyujong mengikuti arah gerak jari Hana sambil mengangguk angguk bingung, dan kemudian dia meletakkan gempalan tangan kanannya di mulut, menahan tawa.

“hahaha, kau sungguh lucu, Kang Hana. Aku menyukai mu.”

Deg!!
Dan untuk kesekian kalinya, jantung Hana akhirnya berhenti berdetak. Dan dia pingsan. –bercanda ding-

2 hari kemudian

Hana berjalan di halaman belakangnya dengan gelisah.
Setelah berbulan bulan Hana berhasil mencari informasi tentang pria yang di sukainya.

Sambil memeluk bonekanya dia memutuskan untuk menyatakan cintanya hari ini pada Kyujong.

Hana berjalan cepat melintasi jalan setapak menuju taman air mancur di dekat rumahnya. Karena menurut informasi yang di dapatnya. Di sana lah Kyujong dan teman temannya sedang bermain basket, olahraga kesukaan Kyujong.

Hana perlahan berjalan memasuki taman sambil mengendap endap.
Itu dia!! Hana berteriak dalam hati ketika melihat Kyujong tengah beristirahat di air mancur taman.

Wajah Kyujong yang penuh keringat dan kelelahan tampak sangat tampan di mata gadis kecil Hana.

Dengan cepat Hana berlari mendekati Kyujong yang akhirnya menyadari kadatangan Hana dan hampir saja terjungkir ke dalam air mancur karena kaget karena melihat Hana yang di penuhi dedaunan seperti monster.

“si..si..siapa.. kau?!” tanya Kyujong ketakutan.

Hana mengerutkan keningnya bingung dan baru menyadari keadaannya yang buruk rupa setelah melihat arah pandangan Kyujong yang mengarah ke kepalanya. Dan langsung dengan panik dia membersihkan kepalanya dengan menggunakan tangan-yaiyalah, masa ma pantat?, hehe-.

Melihat kecerobohannya Kyujong menyadari sesuatu dan memandanginya dengan dahi berkerut.

“Hana?” gumam Kyujong tak yakin.

Hana berhenti melakukan hal yang makin merusak rambutnya itu dan menatap Kyujong.

“eung, ini aku oppa. Aku sedang jalan jalan.”

“kau anak sekecilmu, kenapa berjalan jalan sendirian? Kau tidak takut di culik? Kan sekarang lagi musim penculikan.” Ujar Kyujong.

Hana diam.

Mendengar kan perkataan Kyujong barusan membuatnya ketakutan.
Kakinya bergetar.

Dia tidak pernah memikirkan tentang penculikan yang memang lagi hebohnya terjadi di sekitar rumahnya.

“kenapa?” Kyujong yang menyadari wajah Hana yang ingin menangis langsung bangkit berdiri dan mendekat.

“a..a..aku takut..” Hana meletakkan kedua tangannya di kepala dan menunduk. Membayangkan dia di bawa lari penculik, di sekap, tidak di beri makan, tidak bisa mandi, tidak bisa menemui Kyujong, tidak bisa membuat membuntuti Kyujong dan mencari tahu tenatang Kyujong lagi membuatnya panik.

Hana ingin menangis, tapi tangan Kyujong yang mengelus kepalanya lembut membuat nya diam.

“eung?”

“tenanglah, aku akan mengantarmu pulang, Hana. Ayo. Ini sudah terlalu sore untuk anak seusiamu keluar sendirian tanpa pendamping.”
Kyujong menarik tangan Hana yang kecil dan menggenggamnya.

Dia tidak menyadari hawa panas yang menjalari wajah Hana karena di genggam oleh tangan nya yang besar.

Mungkin karena suhu tubuh Kyujong yang tinggi, dia sama sekali tidak merasakan tangan Hana sudah panas karena deg deg an.

“kita sudah sampai, sekarang pergi masuk dan bermain lah bersama boneka mu yang imut itu.” Ujar Kyujong sambil tersenyum semanis mungkin.

Hana mengangguk masih terpana dengan wajah Kyujong.

“baiklah, aku pulang dulu ya.”

“ah, CHAKAMAN oppa!!” tiba tiba Hana berteriak sekencang mungkin.

Kyujong berhenti dan berbalik dengan bingung.

“nde?”

“ikut aku sebentar.” Hana menarik tangan Kyujong dan membawanya ke halaman belakang rumahnya.

Eomma dan appa sedang keluar, dan berarti tidak akan mendengarkan. Batin Hana dalam hati.

Dia terus menarik Kyujong sampai ke sebuah kolam ikan kecil miliknya.

“ada apa Hana ah?” tanya Kyujong heran.

Akhirnya Hana berhenti, menarik nafas dan bersiap siap.

“oppa, aku suka oppa. Aku ingin menikah dengan oppa.”

Perkataan itu keluar begitu saja dari bibirnya. Hana dengan ekspresi tegas bak komandan perang tidak menyadari telah mengatakan sebuah lamaran kepada pria yang dicintainya Kyujong yang kini diam seribu bahasa karena pernyataannya barusan.

Keadaaan menjadi hening.

Tidak ada seorang pun dari mereka yang berkutik. Kyujong masih diam. Nyawa dan rohnya masih terbang entah kemana.

-tuuuuut!! Saking heningnya, authornya pun sak kentut-

Setelah beberapa menit.

“huahahahahahahahahahahahahaha!!!!”

Kyujong tergelak dan tertawa sekeraskerasnya sambil memegang perutnya yang sakit karena pengaruh tawanya.

Hana diam, malu lebih tepatnya.

Tapi Kyujong tetap tidak menyadari dan terus tertawa.

“Hana ah, hahahaha, dari mana kau belajar lelucon seperti itu? Apa kau tahu? Kau baru saja melamarku. Dan tidak seharusnya gadis kecil seperti mu melamarku.”

“aku serius.”

“hahahahaha… hah. Hah..” tawa Kyujong perlahan berhenti dan berubah menjadi diam karena melihat Hana sebentar lagi akan menangis setelah setengah mati memberanikan dirinya untuk menyatakan cinta.

“ya.. Hana ah, maafkan aku. Uljima.. mmm, baiklah. Jika kau sudah besar dan menjadi gadis yang cantik nanti. Kau akan kupertimbangkan. Bagaimana? Tapi jangan menangis lagi ya?”

Hana mendongak dan menatap Kyujong dengan kaget.

“maksud oppa?”

Kyujong mengangkat tubuhnya yang setengah membungkuk menjadi tegak.

“yah.. jika kau sudah berubah menjadi gadis cantik yang seksi dan juga menarik, mungkin aku akan mempertimbangkanmu untuk menjadi istriku yang ke 501. Haha..”

Ujar Kyujong sambil melucu.

Tapi sungguh sebenarnya Hana sama sekali tidak mendengarkan akhirannya.

Dia hanya terpaku dengan syarat syarat dirinya untuk menjadi istri Kyujong.

Cantik menarik dan seksi?

Dan tanpa pikir panjang, Hana pun menerima tantangan itu dan langsung menyuruh Kyujong untuk menunggunya beberapa tahun lagi.

~~~~

Part 1

Tap Tap Tap..

“wuih, anak anak jaman sekarang, pertumbuhannya lancar lancar sekali ya, lihat mereka berdua, tingginya seperti raksasa. Kenapa hanya zaman kita semuanya pendek pendek ya?”

“entah juga ya, aduh, jika aku memiliki menantu seperti mereka, pasti kehidupan kita bisa terjamin perlindungannya, iya kan? Hohoho..”

“iya, hohoho..”

Suara dua ahjumma yang melengking bak penyanyi seriosa itu tepat menusuk jantung kedua namja yang masih duduk di kelas 1 SMA itu. Memang tubuh mereka yang lumayan tinggi-183- bagi anak seumuran mereka sering di anggap mengerikan. Padahal di jaman sekarang itu bukanlah hal yang aneh.

Malah, mereka berdua sering di anggap mahasiswa atau om om bila sedang memakai baju bebas. Apalagi anak anak, sering sekali mengejek mereka berdua ahjussi atau juga halaboji karena tinggi badan mereka.
Yah, mungkin inilah pengaruh dari olahraga yang mereka tekuni selama 10 tahun. Yaitu basket.

Siapa lagi yang sangat tergila gila pada basket selain –sepengetahuanku saat ini hanya mereka- Kim Kyujong dan juga sahabatnya Kim Kyoung Jae yang akrab di panggil Eli. Mereka berdua sudah berteman dari sebelum mereka keluar dari rahim ibu mereka masing masing, yang maksudnya ibu mereka berdua adalah sahabat yah walau tidak terlalu dekat.

Kyujong menggendong tas ranselnya dengan rapi di bahu kanannya, sedangkan Eli dengan entengnya menyangkutkan ransel biru tuanya di leher seperti kambing minta di potong.

Mereka baru saja selesai latihan dan berniat pulang kerumah masing masing.

“ya! Kenapa ahjumma ahjumma itu mengatakan kita sangat tinggi? Padahal kurasa, tinggi kita masing kurang untuk mencapai 2 meter. Andai saja aku bisa mencapai 2 meter, pasti aku bisa mengalahkan Michael Jordan. Haha, ya tuha, aku ingin sekali menjadi pemain basket nomor satu di dunia!” Eli menggenggam kedua tangannya dan memohon dengan mata berkaca kaca dan juga bibir yang di jeberkannya.

Kyujong hanya menggeleng dan mendesah.

“andai aku bisa memohon, aku ingin menjadi normal dan berharap tidak ada yang akan memanggilku ahjussi lagi.”

“ah, kau terlalu pesimis Kyu. Tidak boleh begitu, kita harus selalu optimis. Mana tahu mereka hanya menjelek jelek kan kita di depan tapi di belakang malah mengagumi kita.” Ujar Eli menyemangati.

“jadi menurutmu, seorang ahjussi menyukaiku?”

Eli terkejut dan memandang Kyujong tidak percaya.

“maksudmu?”

“aah, tidak ada. Sudah. Aku sampai sini ya, annyeong.” Kyujong berhenti di perempatan jalan sempit dimana jalan menuju rumahnya ada di belokan sebelah kiri sedang Eli masih jauh di depan.

Kyujong melambaikan tangannya dan di balas Eli dengan mengangkat telapak tangannya.

Mereka berdua kembali berjalan.

Kyujong berjalan masuk ke lorong yang lumayan besar itu dan berjalan terus ke arah jalan yang akan langsung menunjukkan rumahnya di depan sana.

Berkali kali dia mendesah, memikirkan masalah tinggi badannya yang terus bertambah dan juga ahjussi yang selama ini mengatakan dirinya raksasa. Memikirkan perkataan Eli, Kyujong merasa geli saat memikirkan ahjussi itu adalah penguntit dirinya.

“aah..”

Langkah Kyujong yang sebentar lagi tiba di rumahnya terhenti begitu melihat seorang yeoja berdiri di depan pintu rumahnya sambil tersenyum senyum. Ingatannya tiba tiba terganggu, sepertinya dia pernah melihat wajah itu tapi..

~~~

“Aaaah… akhirnya, aku sudah siap untuk menemuimu oppa. Kali ini, tidak ada lagi alasan mu untuk menolakku, karena aku sudah memenuhi semua syaratmu.” Seorang gadis tinggi sekitar 160 cm berdiri di depan sebuah rumah lumayan besar dengan gaya bak ksatria baja hitam, tangan di letakkan di pinggang, kaki di kangkang, mulut terbuka lebar, mata tertutup rapat dan hidung yang mengembang dan mengempis bak bunga mekar tak jadi.

Ya, Kang Hana adalah namanya dan setelah 5 tahun terlewati, kini tubuhnya sudah berubah dari tubuh anak ingusan menjadi anak meleran. Haha, yah, walau Cuma bertambah 30 cm, tapi dia sudah merasa sangat sangat dewasa.

Hana tersenyum semanis manisnya di depan rumah Kyujong yang bertuliskan nama nama keluarga di papan yang di palu di tembok rumah.
– Kim Mun Wa
– Cho Ahra
– Kim Kyujong
– Kim Eun ah
– Kim Kirara

Hana membaca papan nama itu dengan saksama dan teliti. Saat menyebut nama ‘Kim Kyujong’ Hana tersenyum seperti kucing yang di elus dengan bulu. Dia merasa bangga saat menyebut nama Kim Kyujong yang sangat di cintai.

Hana berjalan makin mendekati pintu pagar untuk menekan bel rumah, tapi suara seseorang menghentikannya.

“ada yang bisa kubantu, nona?”

Mendengar suara lembut itu Hana menolehkan wajahnya ke belakang dan hampir terlonjak kaget ketika memandang wajah tampan yang di kaguminya itu.

Mulutnya menganga dan matanya berkedip kedip berulang kali.

“Ki..Ki..m.. Kim.. Kyu..Jong oppa?” gumamnya gugup.

“nde? Ada yang bisa kubantu?”

Hana tetap terpana. Sampai..

“ya!!!!”

Teriakan seorang yeoja mengejutkan mereka berdua yang sembari tadi berdiri di depan pintu pagar yang berarti menutupi satu satunya cara untuk memasukki rumah yang di lindunginya.

Kyujong dan Hana menoleh, tapi hanya Kyujong lah yang mengetahui siapa itu, sedangkan Hana hanya bingung.

“Kira? Kau sudah pulang?” tanya Kyujong, yeoja yang bernama Kira itu mendengus.

“iya, dan sekarang aku ingin masuk jika kalian bisa menyingkir dari satu satunya jalan yang berhubung langsung menuju rumah.”

Kira berjalan cepat memotong rintangan Hana dan Kyujong di depannya.

Dia membuka kunci gembok di pintu pagar dan membuka pagar itu lalu masuk dengan segera meninggalkan 2 orang bodoh yang masih bengong di luar.

“sungguh, kasar.” Bisik Hana pada dirinya.

Kyujong mendengar perkataan Hana dan membalasnya dengan senyuman.

“tenanglah, dia memang begitu, tapi sebenarnya di baik kok.”

“oh, ah eh, ah, oppa, mianhae.” Jawab Hana gugup karena tertangkap basah menjelek jelekkan dongsaeng calon suaminya. Wakakakak

“tidak papa, ayo, mari masuk, kau datang bertamu kan?”

“iya oppa,”

Tiiiiiiiiin!!!!!

Kali ini bunyi klakson mobil membuat mereka berdua terlompat sampai kelangit. Tepat di belakang mereka, sebuah taksi berhenti dan mengeluarkan sebuah makhluk cantik nan menawan yang ternyata adalah oemma Hana yang datang karena memang di tinggal oleh Hana di bandara.

Wajah Hana berubah kesal.

‘dasar, kenapa eomma datang di saat yang tidak tepat?’ gumamnya dalam hati.

Tapi suara yang berasal dari pita suara mamanya membuat nya tersentak.

“KANG HANA!!! KAU TELAH MEMBUAT KITA TERTINGGAL PESAWAT!! KAU TAHU ITU!!!!??” teriakan eomma nya menggema di dunia itu membuat kucing manis yang tengah di elus Kira di dalam rumah terpelanting jatuh dan lari terbirit birit meninggalkan majikannya yang sudah berubah jenis menjadi spesies hewan yang selalu memusnah kan halang rintang di depannya, badak.

Hana menggeleng kuat menolak ajakan eommanya.

“tidak!!! Aku tidak mau ke Amerika. Aku mau disini!!”

“HANA!!!!”

Kraaaakk..

Decitan pintu pagar kayu Kyujong membuat semua nya menoleh. Di sana sekarang berdiri Kim Mun Wa, ayah Kyujong dengan kacamata Harry potternya.

Persis sama seperti Kyujong, Mun wa ahjussi hanya tersenyum dengan mata tertutup.

“ada apa ini? Lho? Lee Jun ah? Kau bukannya..”

Mun wa ahjussi membuka sedikit matanya untuk melihat ke arah eomma Hana.

“nde, Mun wa shi, penerbangan kami sudah terlewatkan karena gadis bodo satu ini.” Eomma Hana menunjuk Hana dengan telunjuknya membuat Hana yang kemudian di tatap oleh calon mertuanya itu malu.

“oh, kalau begitu kenapa kita tidak berbicara di dalam saja? Mari masuk.”

Mun Wa ahjussi mempersilakan mereka semua masuk dan dengan hati yang terpaksa eomma Hana memilih masuk dan menyuruh supir taksi itu itu pergi setelah membayarnya.

Di ruang tamu kini mereka semua beserta Kira yang sudah kembali normal dan juga eomma Kyujong Ahra ahjumma.

Tapi perang mulut antara ibu dan anak itu tidak juga berhenti sejak eomma Hana kembali memaksa anaknya itu untuk pergi bersamanya.
Sampai sampai suara Munwa ahjussi tidak lagi terdengar di antara mereka karena terendam suara hebat anak dan ibu itu.

“Hana!! Jangan melawan!! Ikut eomma sekarang!!”

“tidak!! Aku tidak mau! Aku akan tinggal di Seoul saja!! Aku tidak mau ikut eomma!!”

“tidak boleh!! Hana!!”

Kyujong, ayahnya, eommanya dan Kira hanya diam di samping mereka.

“appa, ada apa sebenarnya ini?” tanya Ahra ahjumma.

Mun wa ahjussi menggeleng.

“Hana!! Sekarang ayo cepat!!!”

“tidaaaaak!!!!” Hana menjerit sekeras keras nya dan mengeluarkan airmatanya. Dia menangis.

“tidak, eomma tidak mau aku tidak mau pergi!!”

“tidak boleh!!!” eomma Hana menarik tangan Hana yang terus menahan tubuhnya di kaki sofa milik keluarga Kyujong.

“TUNGGU!!”

Mereka dengan segera berhenti bergerak dan bernafas saat mendengar suara yang seperti teriakan itu keluar dari pita suara Kyujong yang kini berdiri bak komandan perang di depan mereka.

“hentikan, ahjumma. Jika dia tidak mau pergi, sebaiknya anda tidak memaksa nya. Dia bisa tinggal sendiri di sini, kalau anda tetap harus pergi. Terlalu memaksakan kehendakmu pada anak apalagi dia seorang yeoja akan membuatnya stress.”

Eomma Hana terdiam begitu juga semuanya, tapi tidak dengan Hana yang terpana dengan perkatan suaminya yang membelanya untuk terus tinggal di Seoul, bayangan Hana saat ini adalah Kyujong suaminya yang tidak rela membiarkan dirinya berpisah sedetikpun dari istrinya Hana.

Sambil memikirkan itu Hana tersenyum senyum seperti orang gila.

“hmm, bukan begitu.” Eomma Hana membetulkan cara berdirinya dan berdeham.

“bukan begitu kenapa?” tanya Kyujong sopan.

“aku mengerti maksudmu baik, tapi adalah suatu pelanggaran bila seorang ibu meninggalkan anak nya yang masih berusia 13 tahun sendirian di rumah, bukan? Bukan hanya di rumah tapi telantar di Seoul selama bertahun tahun.”

Kyujong terdiam.

Bukan karena eomma nya masih tidak setuju.

Tapi karena ini.

13 TAHUN?!

Matanya terbelalak dan dengan cepat memandangi Hana.

“13 tahun?” gumamnya pelan.

“iya, dia kan masih seumuran Kira.” Jawab appanya dari belakang.
Bukan hanya dia seluruh anggota keluarga terkejut saat melihat diri Hana yang tidak terlihat baru lulus SD?

Tinggi 160cm, tubuh lumayan ramping, rambut ikal panjang, dan yah lumayan cantik dan manis-author syirik-untuk gadis seusianya?

“ja..ja..di?” kali ini Kyujong kehabisan kata kata karena terlalu kaget dengan perkataan eomma Hana barusan.

“jadi, aku tidak bisa meninggalkannya sendirian disini.”

“tidak mau. Eomma tenang saja, aku akan menjaga diriku baik baik di sini.”

“tidak! Kau tidak punya siapa siapa disini selain diriku. Pokoknya tidak tetap tidak.”

Hana menunduk. Lebih tepatnya menangis.

“jangan menipuku Hana.” Kata eommanya tegas.

“ya sudah, aku ikut. Eomma memang menginginkannya kan? Padahal disini, aku bisa terus bersam dengan teman teman ku yang lain, dan aku juga bisa tetap bertemu dengan mereka. Eomma tidak pernah memikirkan perasaanku..” Hana terisak dan melangkah mendekati eommanya.

Di belakang, Kyujong dan appanya sedikit prihatin begitu juga dengan Ahra ahjumma dan sedikitnya Kira.

“mianhae, Hana. Tapi ini karena aku sayang padamu.”

“tidak..”

“TUNGGU!!”

Kali ini untuk terakhir kalinya-karen author dah cape bikin ini ini terus- Mun wa ahjussi menghentikan mereka berdua.

Hana menoleh bersama eommanya.

“museun iriya Mun wa shi?” tanya eomma Hana.

“begini saja, bagaimana jika Hana tinggal disini, di rumah ku sampai dia selesai sekolah? Aku akan membiayai semua kebutuhannya bila kau mau?”

Kali ini seluruh dunia terguncang karena perkataan Mun wa ahjussi, semua tatapan kaget tertuju pada Mun wa ahjussi dan sebuah pandangan bahagia juga yang berasal dari bola mata Hana ikut tertuju padanya.

Tapi bagaimanakah selanjutnya? Apakah Hana bisa tinggal atau tidak, hanya bisa kita ketahui di episode selanjutnya..

Sekian terima kasih…

About azuhra

Hi... :) I'm just a little girl in a big world. I'm Indonesian. Nice to meet you all. I heart you all. Oh, i forget it, i'm moslem. and i'm not a terorist!!! there's no moslem is terorist. terorists aren't moslem. ^^

3 comments on “Baby Love (chapter 1)

  1. Gya. 13 th 160 cm?
    Aigo. .Makan galah ya. .Ck ck

  2. waahhaaa. kocaakk abisss..

  3. Hahahahahahahah…ngakak abis…suka banget sma pemilihan kata author…
    Apa lagi yang ini ni..

    “KANG HANA!!! KAU TELAH MEMBUAT KITA TERTINGGAL PESAWAT!! KAU TAHU ITU!!!!??” teriakan eomma nya menggema di dunia itu membuat kucing manis yang tengah di elus Kira di dalam rumah terpelanting jatuh dan lari terbirit birit meninggalkan majikannya yang sudah berubah jenis menjadi spesies hewan yang selalu memusnah kan halang rintang di depannya, badak.

    Huhahahahahahah…keren cingu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: