Tags
Kabupaten Yeongwol di Propinsi Gangwon hingga 20 tahun yang lalu dikenal sebagai “kota batu bara kelabu.” Ini dikarenakan maraknya pertambangan batu bara di Korea pada tahun 1960-an dan 1970-an. Tetapi di tahun 1980-an, ketenaran bahan bakar fosil digantikan oleh petrolium dan listrik sehingga tambang batu bara ditutup dan penduduknya mulai meninggalkan Yeongwol satu per satu. Pemerintah Kabupaten Yeongwol pun berusaha mencari solusi agar perekonomian kota ini terus berkembang. Dari sini tradisi dan keindahan alam Yeongwol kembali ditemukan dan museum-museum pum mulai dibangun. Kini Kabupaten Yeongwol lebih terkenal dengan sebutan “Desa Museum.“
Salah satudari museum yang terkenal di Yeongwol adalah Musim Kesenian Tradisional Joseon di Desa Waseong. Di museum yang dibuka sejak tahun 2000 ini, sekitar 200 lukisan tradisional koleksi pribadi milik Oh Seok-hwan dipajang disini, termasuk lukisan Dokseongdo. Umumnya di depan lukisan ini terletak sebuah mangkuk kayu besar “hamjibak,“ dimana para pengunjung dapat melemparkan koin dan mengucapkan keinginan mereka agar tetap sehat dan berumur panjang. Lukisan tradisional Joseon ini biasanya menggambarkan kehidupan sehari masyarakat Korea di jaman kerajaan yang mengandung makna bijak. Karena itu lukisan-lukisan di museum ini pun dipajang menurut temanya, yaitu status sosial masyarakat yang berbeda-beda. Disini para pengunjung juga dapat belajar cara melukis lukisan tradisional Korea.