Tags
Pada tanggal 1 Juni tahun lalu, di pulau Jeju Korea diadakan Konferensi Tingkat Tinggi antara Korea Selatan dengan 10 negara anggota ASEAN termasuk Indonesia. Menyambut KTT tersebut, diadakan juga pertunjukan orkes khusus. Segmen Dinamika Korea hari ini akan mengajak anda ke tempat dilangsungkannya orkes itu.
Ketika mendengar kata ‘Orkes’ kita pasti membayangkan orkes yang terdiri dari Biola, Flut, Cello, dan Oboe alat musik barat yang terkenal. Akan tetapi Orkes kali ini sangat berbeda . Orkes kali ini bertema ‘Orkes Tradisional ASEAN-KOREA‘, Asia yang disatukan dengan Musik.
11 negara yaitu, Korea, Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam memainkan musik bersama dengan alat musik tradisional masing-masing sebanyak 55 sejenis. Sebanyak 80 anggota orkes ini ingin menyatukan Asia lewat alat musik tradisionalnya. Pertunjukan orkes diadakan untuk pertama kali pada tanggal 31 Mei di pulau Jeju, dan setelah KTT ASEAN-Korsel berakhir pada tanggal 4 Juni lalu di Seoul. Mulai dengan lagu tradisional Korea ‘Kae-Jina-Ching-Ching’ 11 negara memainkan lagu atau musik yang mewakili negeri mereka. Indonesia memainkan musik Bengawan Solo, Malaysia Seloka, Brunei Japin Laila Senbah dan Joget Baju Putih, dan dari Singapura menyanyikan lagu Singapura. Katanya, selama persiapkan orkes ini, mereka harus membagi-bagi informasi tentang alat musik masing-masing. Dan itupun sangat sulit karena setiap alat musik mempunyai ciri khas yang berbeda sekali. Setelah beberapa kali mereka mengadakan latihan, baru dapat memainkan bersama.