3 Comments

TO HYE SUN WITH LOVE FROM MIN HO


PART 1


O8 November 2009, Pkl. 20.00 (waktu Seoul).

Hye Sun sedang berada di dalam kamarnya. Pandangannya terpaku pada telepon genggamnya bermerk Haptic Pop dengan desain garis-garis berwarna merah,biru,dan kombinasi warna lainnya (seems like Goo Jun Pyo’s phone). Di layar handphone, tertera sebuah sms,

Sender : Lee Min Ho

Noona, saenghil cukka hamnida. Maaf aku mengirim sms 2 jam lebih cepat dari waktunya, aku sekarang sedang berada di Jeju Island, dan sebentar lagi syutingku akan dimulai, aku takut tidak sempat memberikanmu ucapan tepat waktu, makanya aku kirimkan sekarang.

Semoga hari ulang tahunmu berlangsung dengan meriah, aku dengar dari Hye Jung noona kalau ulang tahunmu akan dirayakan di Manolin.

Sekali lagi maaf noona, aku tidak bisa hadir di depanmu untuk mengucapkan ulang tahun langsung.
Kado untukmu telah aku titipkan ke Kim Bum, dia bilang akan hadir di pesta ulang tahunmu, makanya aku titipkan padanya.

SAENGHIL CUKKA HAMNIDA, Noona!

Min Ho .

Hye Sun terlihat tidak bahagia membaca SMS itu. Tampak raut wajah kecewa terlihat di wajahnya yang putih mulus itu. Dia mengarahkan tangan kanannya untuk menekan option “Reply” pada handphone nya tapi entah kenapa tangannya seolah tidak ingin melakukan itu. Dia menarik nafas, dan langsung menekan option “Reply” itu.

To : Lee Min Ho

Gwaenchanayo, dongsaeng ! Aku mengerti akan situasi kamu saat ini .
Terima kasih atas ucapannya, semoga hari mu juga menyenangkan .

Dan terima kasih juga atas kadonya .

Hye Sun .

SMS pun langsung terkirim. Hye Sun langsung mematikan telepon genggamnya itu. Dia langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Melihat anjingnya, Coco, sudah tertidur. Coco terlihat tidur pulas, dia memakai pakaian berwarna pink. Di bagian tengah pakaian itu, tertera sebuah inisial C. Itu adalah pakaian anjing untuk Coco yang dibeli oleh Min Ho waktu dia berada di Jepang. Hye Sun kembali termenung, raut wajahnya menandakan kesedihan. Padahal ulang tahunnya tinggal dalam hitungan jam saja. Entah mungkin karena lelah atau bagaimana, Hye Sun pun langsung tertidur.

08 November 2009, Pkl. 23.15 (waktu Seoul).

Hye Sun tiba-tiba terbangun, mendengar kakak perempuannya, mengetuk pintu kamarnya. Dengan setengah sadar, dia bangun dari tempat tidurnya, dia sempat melihat jam dinding di kamarnya yang menunjukkan pkl. 23.15 .

HS : (membuka pintu) ada apa, unnie ah ?

HJ (I guess her sister name is Hye Jung. LOL) : cepat ikut aku! Barusan ada telepon dari Manolin, mereka berkata ada sedikit masalah dengan persiapan pesta ulang tahun kamu besok. (dengan wajah panik).

HS : ah, kenapa aku harus ikut, unnie ah? Bukankah hal itu bisa kita atasi besok pagi? Toh, pesta ulang tahunnya juga malam hari kan. Ini sudah hampir tengah malam dan tadi aku sudah tertidur dengan lelap. Aku ingin istirahat unnie, supaya besok terlihat segar. (dengan nada memohon).

HJ : andwe! Tidak bisa menunda sampai besok, kita harus segera kesana. Mereka katakan, hanya kamu yang bisa mengatasi masalah itu. Aku juga tidak mengerti hal apa. Lagipula besok pagi pun kita masih ada banyak kesibukan untuk mempersiapkan yang lainnya. (dengan nada memaksa sambil menarik tangan Hye Sun).

HS : huh (dengan wajah kesal). Ne, unnie ah! Aku ganti baju dulu. (menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju kamar mandi dengan wajah terpaksa).

15 menit kemudian, Hye Sun keluar dari kamarnya. Dia mengenakan kaos berwarna hitam polos, celana jeans, dan mengikat rambutnya. Hye Jun unnie telah menunggu di dalam mobil. Dengan wajah yang terlihat kesal, dia masuk ke dalam mobil.

HJ : ah, kenapa wajahmu seperti itu ?

HS : Tidak apa-apa, unnie!

HJ : tenang saja, ini tidak akan lama. Cepat pasang sabuk pengamanmu. Aku akan sedikit mengebut, supaya cepat sampai disana.

HS : Ne.

Perjalanan dari rumah Hye Sun ke Manolin Café membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan, Hye Sun tampak merenung sambil melihat keluar jendela mobil. Handphone nya berada di genggaman nya tapi ia tidak menyalakan telepon genggamnya itu.

08 November 2009, pkl. 23.55 (waktu Seoul).

Hye Sun dan Hye Jung unnie tiba di Manolin Café. Dengan tergesa-gesa, Hye Jung unnie langsung keluar dari mobil.

HJ : ayo, Hye Sun! kita dalam keadaan darurat, cepatlah! (dengan wajah panik sambil melihat jam tangannya yang berwarna keemasan).

HS : Ne, unnie! (dengan wajah cuek kemudian turun dari mobil).

Hye Jung unnie langsung masuk ke Manolin Café tanpa memperdulikan Hye Sun yang jalan dengan santainya .

09 November 2009, pkl. 00.00 (waktu Seoul)

Hye Sun memegang handle pintu masuk Manolin Café, sambil melirik ke dalam café yang terlihat sangat gelap. Dia membuka pintu café, dan …….

“SAENGHIL CUKKA HAMNIDA, KOO HYE SUN!”

Hye Sun terkejut, seluruh keluarganya telah ada di dalam café, Hye Jung unnie berdiri di samping ibu mereka. Hye Sun diam tertegun. Diam tanpa kata. Dia kebingungan, tidak tahu apa yang harus dia katakan. Dia masih merasa sedang mimpi. Dia sangat kaget, melihat seluruh keluarganya ada disitu dan juga sahabat-sahabatnya, seperti Sandara Park (2NEI). Tapi, tiba-tiba wajahnya terlihat semakin kaget saat melihat diantara mereka semua yang hadir, tampak kedua orang tua Lee Min Ho-ssi.

Ibu Hye Sun langsung menghampiri anaknya itu, memberinya pelukan kasih sayang seorang ibu dan mencium anak kebanggannya itu.

Ibu HS : (sambil memeluk dan berbisik) selamat ulang tahun, putriku! Kamu sangat membanggakan ibumu ini, aku sebagai ibumu tidak tahu harus bagaimana lagi mengungkapkan kebanggaan ku kepada dirimu. Kau sangat mengagumkan. Semoga hidupmu selalu bahagia dan sukses, anakku. (sambil menitikkan air mata) dan satu pesan dari ibu, jangan pernah takut dan ragu untuk membuat komitmen dengan seorang pria. Ibu tahu kamu masih merasa trauma akan pengkhianatan pacarmu dulu, tapi percayalah pada ibumu ini, tidak semua pria seperti itu.

HS : Ne, omma! (sambil meneteskan airmata). Gamsahamnida, omma! (Hye Sun terlihat masih sulit untuk berkata-kata, karena terharu dengan apa yang dikatakan oleh ibunya).

Hye Jun unnie kemudian memeluk Hye Sun, sambil memperlihatkan senyum nakalnya tanda kemenangan dapat membuat adiknya tertipu dengan aktingnya.

HJ : (sambil memeluk Hye Sun) Lihat! Aktingku bagus kan? suatu saat nanti, kamu harus menjadikan aku salah satu artis di film mu yah. (LOL)

HS : Ne, unnie! (sambil tertawa dan mengelap airmatanya).

Sandara kemudian memeluk Hye Sun dan mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

SP : selamat ulang tahun, Hye Sun! semoga kamu bahagia dan sukses selalu.

HS : gomawo, Dara!

Kedua orang tua Lee Min Ho mendekati Hye Sun, ibu Min Ho langsung memeluk Hye Sun,
Ibu MH : saenghil cukka hamnida, nak! Semoga kamu selalu sukses. Tadi pagi Min Ho bilang padaku kalau dia tidak bisa hadir di pesta ulang tahunmu karena tiba-tiba dia harus ke Pulau Jeju untuk syuting. Semoga kamu bisa mengerti.

HS : Ne, gomawo omma! Min Ho-ssi kemarin sudah mengirim pesan untukku dan mengatakan hal yang sama. (sambil tersenyum).

Hye Sun langsung berpelukan juga dengan ayah Min Ho.

HJ : Oke! Sekarang saatnya kita menikmati hidangan yang ada. (sambil tertawa).

Hye Sun tersenyum melihat tingkah kakak perempuannya itu. Tapi, entah kenapa dibalik senyumannya itu, masih tetap terlihat raut wajah kekecewaan dan kesedihan. Dia melihat pada telepon genggamnya, dan menyalakan handphone nya itu.

Tiba-tiba masuk ratusan SMS yang mengucapkan selamat ulang tahun. Lalu, terlihat ada panggilan masuk dari sahabatnya di BOF, Kim So Eun.

SE : Saenghil cukhae, unnie! Aku berharap yang terbaik untukmu.

HS : Ne, gamsahamnida dongsaeng! nanti malam kamu hadir kan ke pesta ulang tahun ku ?

SE : Ne, unnie! Tadi Kim Bum dan Kim Joon oppa bilang padaku kalau mereka juga akan datang.

HS : ah, baguslah! Hyun Joong tidak bisa hadir, sekarang dia sedang ada konser bersama SS501.

SE : bagaimana dengan Min Ho-ssi ?

HS : Dia juga tidak datang. (dengan nada kecewa).

SE : ah, dari nada suaramu terdengar kamu sangat kecewa, Lee Min Ho-ssi tidak datang.

HS : (sambil sedikit tertawa) ah, tidak!

SE : oke, unnie! Sampai jumpa nanti malam . (So Eun menutup teleponnya).

NEXT > PART 2

credit : nurulzminoz

PART 2

09 November 2009, pkl. 01.30 (waktu Seoul).

Acara pesta kejutan untuk Hye Sun pun berakhir. Dan semuanya telah pulang. Hye Sun juga langsung pulang bersama Ibu dan Hye Jun unnie.

09 November 2009, pkl. 08.00 (waktu Seoul).

Hye Sun bangun dari tidurnya. Tiba-tiba di samping tempat tidurnya, tampak ada tumpukan penuh dengan kado ulang tahun. Dia tersenyum, dan langsung membuka beberapa kado diantaranya. Hye Sun sangat senang, melihat ada banyak kado untuknya. Pandangannya tertuju pada sebuah kado dengan bungkusan bermotif “Batik”. Kado itu terlihat unik baginya. Dia pun tanpa ragu langsung membuka kado tersebut, betapa senangnya Hye Sun, melihat di dalam kado itu tampak sebuah pakaian “Kebaya” berwarna hitam lengkap dengan bawahannya berupa sarung batik. Lalu, ada sebuah album photo di dalam kado itu. Di depannya, terlihat tulisan, “TO HYE SUN WITH LOVE FROM INDONESIA”. Hye Sun kaget dan penasaran. Dia membuka album photo tersebut, dan di halaman depan, terpampang sebuah tulisan,

Anyeonghasseyo, Hye Sun unnie ..

Kami adalah fans mu dari Indonesia. Susah payah kami berusaha mencari tahu alamat mana yang bisa kami pakai untuk mengirim kado ini untukmu.

Dan kami yakin, kalau kamu telah membaca tulisan kami ini, itu artinya kado ini telah tiba dengan selamat ke tangan unnie.

SAENGHIL CUKKA HAMNIDA, Hye Sun unnie.

Kami selalu berharap yang terbaik untukmu, semakin sukses dalam semua karir yang kamu jalankan, dan sehat selalu.

Kami juga sangat berharap kamu bisa selamanya bersama seseorang yang kamu cintai dan kami harap itu adalah Lee Min Ho oppa.

Semoga kamu senang melihat kado dari kami ini. Ini mungkin terlihat tidak mewah, tapi itu tulus dari hati kami.

Gamsahamnida, Hye Sun unnie.

From Indonesia With Love,

Riana dan Nurul .

Hye Sun tersenyum sumringah membaca isi tulisan itu. Di baliknya halaman per halaman dari album photo itu, di bagian pertama album photo itu, penuh dengan photo-photonya, dan yang membuat dia berdecak kagum, di bagian kedua album itu, terlihat banyak sekali foto MinSun (Min Ho and Hye Sun). Dia kaget dan tersipu malu. Melihat banyak foto-foto dia bersama Min Ho dan beberapa Fan picts. Di bagian akhir album photo itu, terpampang foto pengirim kado itu, Riana dan Nurul (LOL. Narsis parah!) hehe. Dan saat Hye Sun mengambil baju kebaya itu, tiba-tiba terjatuh sebuah kotak kecil. Hye Sun membukanya dan melihat, ada 2 buah kalung berwarna emas putih dengan liontin inisial M dan H! Hye Sun sudah bisa menebak kalau maksud dari huruf M adalah Min Ho dan H adalah dirinya Hye Sun.

09 November 2009, pkl. 19.00 (waktu Seoul).

Hye Sun bergegas keluar dari kamar menuju mobilnya, dia sudah hampir telat datang ke acara pesta ulang tahunnya. Hye Sun tampak mengenakan pakaian yang sangat simple tapi tanpa menghilangkan kesan mempesona dari dirinya. Dia memakai colonize sweater berwarna putih dan celana jeans. (colonize sweater.a mirip dengan yang dia pakai saat syuting BOF, di eps 8 ketika Jun Pyo berpura-pura kecelakaan).

Selama perjalanan, Hye Sun terus memandangi telepon genggamnya, tidak ada satupun SMS atau panggilan telepon dari Min Ho. Dia terlihat sangat kecewa dari hari kemarin. Apakah Min Ho sangat sibuk sehingga tidak ada sedikit waktu luangnya untuk mengirim pesan atau meneleponnya? (Hye Sun bertanya dalam hati). 30 menit kemudian, Hye Sun tiba di Manolin Café. Manolin Café tampak mulai ramai dengan para Sunnies yang datang dari berbagai negara. Dan tak lupa juga, beberapa media elektronik dan cetak datang untuk melihat pesta ulang tahunnya itu.

Pesta pun dimulai, semuanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Hye Sun dan tak lupa memberinya kado ulang tahun. Tiba saatnya, ketika Kim Bum menghampiri Hye Sun, dia memberikan kado ulang tahun darinya.

KB : saenghil chukhae unnie! Ini kado dariku.

HS : gomawo, dongsaeng!

KB : oh iya, kemarin Lee Min Ho-ssi menitipkan kado darinya untukmu kepadaku. Maukah kamu ikut denganku keluar sebentar. (memegang tangan Hye Sun).

HS : Oh, memangnya kado apa yang diberikan Min Ho untukku, sehingga kita harus keluar? (dengan wajah penasaran).

KB : Kau akan tahu sebentar lagi, unnie! (langsung menarik tangan Hye Sun).

Tiba di pekarangan Manolin Café, Hye Sun tampak bingung, sebenarnya kado apa yang diberikan Lee Min Ho untuknya. Kim Bum langsung menunjuk ke sebuah mobil sedan berwarna putih yang letaknya tidak jauh dari mereka berdua.

KB : Itu hadiahnya!

HS : (sambil tertawa) haha. Jangan bercanda! Tidak mungkin kan Lee Min Ho memberikan aku hadiah mobil. (dengan wajah tanpa rasa percaya).

KB : Ne, unnie! Min Ho-ssi memang tidak memberikanmu mobil sebagai hadiah ulang tahun. Tapi dia memberikan isi mobil itu untukmu.

HS : Isi mobil? Apa maksudnya?

Tiba-tiba pintu mobil itu terbuka, tampak seorang supir, membukakan pintu mobil. Dan tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan tinggi badan sekitar 186 cm, mengenakan jas berwarna putih, celana hitam, sepatu pantofel. Di tangannya, tampak serangkai bunga mawar putih di tangan kanan, dan sebuah kotak kecil di tangan kirinya.

Hye Sun terlihat sangat kaget. Antara rasa percaya dan tidak percaya.

HS : Lee Min Ho-ssi ??
Pria itu langsung berjalan mendekati Hye Sun, Kim Bum langsung masuk ke dalam café, meninggalkan mereka berdua. YAK ! Pria itu adalah LEE MIN HO, Pangeran Berkuda Putih Hye Sun (tapi mungkin lebih tepatnya pangeran bermobil putih). LOL. Hehe. Lee Min Ho langsung menghampiri Hye Sun, Hye Sun memperlihatkan senyum sumringahnya, tanda sangat bahagia dan matanya pun mulai berkaca-kaca. Lee Min Ho berdiri di hadapan Hye Sun, tiba-tiba dia berlutut.

Hye Sun sangat terkejut lagi dengan apa yang dilakukan Min Ho itu.

MH : Saenghil cukka hamnida, Noona! (seraya memberikan rangkaian bunga mawar putih kepada Hye Sun).

HS : gamsahamnida, Min Ho-ssi! (menerima bunga dari Min Ho dan memeluk bunga itu). Oh, kamu benar-benar membuat aku terkejut. Kenapa kamu bisa ada disini? Bukankah kemarin kamu bilang, sedang berada di Pulau Jeju?

MH : Ne, Noona! Tadi siang aku memaksa untuk segera kembali ke Seoul. Entah kenapa sejak aku mengirim SMS kepadamu, hatiku terasa kacau, tidak tenang, gelisah, dan yang ada dalam pikiranku hanya Noona. (sambil tersenyum kemudian tertunduk karena malu).

HS : benarkah? Ah, aku benar-benar sangat bahagia akan kejutan darimu ini.

Min Ho lansung mengarahkan sebuah kotak kecil ke hadapan Hye Sun.

MH : (sambil membuka kotak kecil itu) Noona, aku ingin berkata jujur kepadamu. Selama ini, sejak kita syuting bersama di BOF, aku merasakan telah jatuh cinta kepadamu. Aku ingin menjadi orang yang kamu cintai dan menjadi salah satu bagian penting dari hidupmu.

HS : (dengan suara terputus-putus) be..be..benarkah itu? Tapi aku ini lebih tua darimu, kamu lihat kan, aku sekarang sudah berumur 26 tahun.

MH : aku tidak peduli hal itu, Noona! (dengan nada meyakinkan). Percayalah padaku, aku bukanlah orang yang picik yang menjadikan umur sebagai acuan untuk mencintai seseorang. Cintaku tulus padamu, aku ingin melindungimu, seperti Jun Pyo yang selalu berusaha melindungi Jan Di. Aku ingin mencintaimu seperti Jun Pyo mencintai Jan Di, bahkan dalam cerita itu, Jun Pyo lebih tua dari Jan Di, dan itu tidak ada masalah kan?? (meyakinkan Hye Sun).

HS : taa..tapi ..

MH : (memotong pembicaraan Hye Sun) hmm, aku tahu, Noona! Kamu tidak mencintaiku. Maafkan aku, mungkin selama ini aku telah salah paham akan semua perhatian yang Noona beri untukku. (lalu berdiri dan menutup kotak kecil itu).

HS : aniyo! Saranghae Lee Min Ho-ssi (dengan nada suara pelan dan raut wajah tampak malu).

MH : (kaget) benarkah? Kalau begitu maukah kamu mengenakan cincin yang ada di dalam kotak ini?

HS : Ne! (dengan senyumnya yang indah).

Min Ho pun mengenakan cincin putih itu ke jari manis Hye Sun, dan sebaliknya Hye Sun juga mengenakan cincin yang sama ke jari manis Min Ho. Terdapat ukiran di cincin itu, tulisan inisial nama mereka, M dan H .

Min Ho langsung memeluk Hye Sun dengan erat, dan tanpa dia dan Hye Sun sadari, ternyata sudah banyak wartawan yang sejak tadi asyik mengabadikan momen indah mereka berdua itu. Mereka tidak peduli, mereka hanya fokus kepada satu sama lain.

MH : ini janjiku padamu, Noona! Percayalah, aku benar-benar mencintaimu. Aku benar-benar ingin melindungi dan menjadi bagian dari hidupmu.

HS : aku akan selalu ingat janjimu itu, Min Ho-ssi!

MH : dan percayalah juga padaku, aku akan segera menikahimu.

HS : (dengan tertawa) haha. Aku tahu itu!

-TO BE CONTINUE-

cr : nurulzminoz



About these ads

About rierie_destiny

i'm shining, E.L.F, a.n.jell holic, minsunerz

3 comments on “TO HYE SUN WITH LOVE FROM MIN HO

  1. Hahaha,, Keren lo Nurul Onnie !
    Jd nyampur rasany bca ni FF, sdih, senang bhkan terharu.

    Part slnjutny d tnggu ya Onn,,
    Gomawo :)

  2. cerita itu beneran ta?
    skrg knpa mreka putus?

  3. ceritanya so sweet bgt…ikt sedih bacany, coba klu itu bnr yach…seneng deh rasanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 166 other followers

%d bloggers like this: